Daerah  

Kasus DBD di Blora Menurun Dibanding Tahun 2022, Dinkes Tingkatkan Upaya Pencegahan di Musim Penghujan

Blora ll buserindonews.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Blora mengalami tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Data dari Dinas Kesehatan Blora mencatat, pada tahun 2022 terdapat 594 kasus DBD dengan 15 orang meninggal dunia. Tahun berikutnya, jumlah kasus menurun drastis menjadi 266 kasus dengan 12 kematian. Hingga November 2024, tercatat 347 kasus dengan 9 korban meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edi Widayat, menyebutkan bahwa meskipun kasus tahun ini meningkat dibanding 2023, angkanya masih jauh lebih rendah dibanding 2022. “Kami terus memantau perkembangan kasus, terutama di musim penghujan yang menjadi waktu rawan penyebaran DBD,” ujarnya.

Langkah Preventif di Musim Penghujan

Untuk mencegah lonjakan kasus DBD, Dinas Kesehatan Blora telah mengambil berbagai langkah preventif, di antaranya:

1. Gerakan 3M Plus
Sosialisasi mengenai gerakan Menguras, Menutup, dan Mengubur barang-barang yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti terus digencarkan. Langkah ini ditambah dengan penggunaan kelambu, lotion anti nyamuk, dan fogging di area yang terindikasi menjadi klaster DBD.

2. Edukasi Masyarakat
Tim kesehatan bekerja sama dengan puskesmas di seluruh kecamatan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

3. Pemantauan Jentik Nyamuk
Program Jumantik (Juru Pemantau Jentik) rutin dilakukan dengan melibatkan masyarakat, terutama kader kesehatan.

4. Fogging Terfokus
Fogging atau pengasapan dilakukan secara terfokus di daerah yang ditemukan kasus DBD untuk memutus rantai penyebaran. Namun, Edi menegaskan bahwa fogging bukan solusi utama, melainkan hanya tindakan darurat.

5. Peningkatan Fasilitas Kesehatan
Dinas Kesehatan juga memastikan ketersediaan fasilitas medis, termasuk ruang rawat inap dan obat-obatan, di rumah sakit dan puskesmas.

 

Dengan langkah-langkah tersebut, Edi berharap masyarakat tetap waspada dan aktif berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. “Peran serta masyarakat sangat penting untuk menekan angka kasus DBD, terutama dengan cuaca yang semakin tidak menentu,” tambahnya.

Penurunan Angka Kematian

Selain penurunan jumlah kasus, angka kematian akibat DBD di Blora juga mengalami penurunan signifikan. “Ini menjadi salah satu indikator keberhasilan kami dalam meningkatkan layanan kesehatan, meski masih banyak tantangan yang harus dihadapi,” pungkas Edi.

Pemerintah Kabupaten Blora akan terus mengintensifkan upaya preventif agar kasus DBD bisa semakin diminimalisir di tahun-tahun mendatang.

 

(Angga)

Tinggalkan Balasan