Diduga Lambat Tangani Kasus Korupsi Kejaksaan Negri Sleman didemo

Sleman || buserindonews.com – Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sleman. Massa mendesak Kejari Sleman untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata tahun 2020. Berdasarkan laporan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ditemukan indikasi kerugian negara dalam penggunaan dana tersebut.19/11/2024.

Dalam orasinya, Koordinator aksi Dani, menyampaikan bahwa penanganan kasus ini yang terkesan lambat dapat merusak kredibilitas Kejari Sleman. “Kami meminta Kejari Sleman segera menetapkan tersangka dalam kasus ini. Jika tidak, masyarakat akan kehilangan kepercayaan kepada lembaga hukum,” tegas Dani.

Feldy, salah satu perwakilan massa, juga menekankan pentingnya transparansi. “Kami mendukung penuh Kejaksaan jika mereka berada di jalur yang benar. Namun, Kejari harus berani mempublikasikan siapa saja yang terlibat dalam kasus ini,” ujarnya.

Namun, aksi tersebut tidak mendapat respons langsung dari Kepala Kejari Sleman. Massa yang telah menunggu di depan gedung Kejari merasa kecewa karena Kepala Kejaksaan Negeri Sleman tidak menemui mereka. “Hal ini menunjukkan seolah-olah Kejari tidak peduli dengan kasus dugaan korupsi yang merugikan masyarakat Sleman, terutama di masa pandemi COVID-19.Aksi ini sudah berkali -kali lho,tapi kami tidak pernah sekalipun bertemu dengan Kajari Sleman ” ujar salah satu peserta aksi.

Setelah tak mendapat tanggapan, massa ARPI melanjutkan aksi mereka ke kantor DPRD Kabupaten Sleman. Di sana, mereka diterima oleh Ketua DPRD Sleman, Y. Gustan Ganda, S.T. Gustan menyampaikan apresiasinya atas upaya ARPI dalam mengawasi penggunaan anggaran daerah. “Terima kasih kepada ARPI atas kepeduliannya. Kami berjanji akan memastikan kasus ini berjalan sesuai prosedur dan tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Gustan.

Aksi ini menyoroti lemahnya respons institusi hukum terhadap kasus dugaan korupsi dana hibah yang seharusnya digunakan untuk mendukung masyarakat Sleman di masa pandemi. Masyarakat berharap Kejari Sleman segera mengambil tindakan nyata agar kasus ini tidak terus menjadi tanda tanya di tengah publik.

( Red / RW / Kontributor )

Tinggalkan Balasan