Blora ll buserindonews.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora menyambut baik wacana pemerintah untuk menjadikan penguatan budaya lokal sebagai salah satu prioritas dalam kurikulum sekolah. Kepala Dinas Pendidikan melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Blora, Nuril Huda, mengatakan bahwa pengintegrasian nilai-nilai budaya lokal ke dalam pendidikan sangat relevan untuk membangun karakter siswa sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.
“Budaya lokal adalah bagian dari identitas kita. Memasukkan nilai-nilai budaya ke dalam kurikulum sekolah tidak hanya mendidik generasi muda tentang kearifan lokal, tetapi juga menjadi upaya pelestarian budaya di tengah arus globalisasi,” ujar Nuril Huda, saat ditemui di kantornya.
Menurutnya, Blora memiliki kekayaan budaya lokal yang potensial untuk diajarkan di sekolah, seperti seni barongan, wayang kulit, serta cerita rakyat yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran. Dinas Pendidikan Blora berkomitmen untuk mendukung program ini melalui langkah-langkah strategis, antara lain:
1. Pengembangan Materi Ajar
Menyusun materi ajar berbasis budaya lokal dengan melibatkan praktisi seni dan budaya setempat.
2. Pelatihan Guru
Mengadakan pelatihan bagi guru untuk mengajarkan nilai-nilai budaya secara kreatif dan kontekstual.
3. Kolaborasi dengan Komunitas Budaya
Mengajak komunitas budaya lokal untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
4. Kegiatan Tematik Budaya
Mendorong sekolah-sekolah untuk mengadakan kegiatan tematik seperti festival budaya atau pementasan seni lokal.
Nuril Huda juga menekankan pentingnya dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah, dalam menyukseskan program ini. “Budaya lokal adalah kekayaan yang harus diwariskan. Melalui pendidikan, kita dapat memastikan bahwa nilai-nilai ini tetap hidup dan relevan di masa depan,” tambahnya.
Dengan program penguatan budaya lokal dalam kurikulum, Dinas Pendidikan Blora berharap dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap identitas budaya mereka.
(Angga)
















