Daerah  

Program Bankeu di Jadikan Ajang Bancakan, di Duga Anggarannya di Potong Oleh Pihak Pengusung

Majalengka || buserindonews.com – Lagi-lagi pejabat publik berulah, Yang harusnya anggaran untuk kepentingan masyarakat dan umum. Ini malah di di jadikan ajang mencari keuntungan semata bagi mereka yang merasa membantu mencairkan anggaran.

Pasalnya pada tahun 2024 ada beberapa Desa di kabupaten Majalengka mendapatkan kucuran anggaran dari Bantuan Keuangan (Bankeu) melalui pemerintah Provinsi Jawa Barat yang oleh salah satu ketua partai ternama sekaligus dia menjadi anggota DPRD di Kabupaten Majalengka ungkap narasumber.

Akan tetapi anggaran tersebut tidak murni di terapkan oleh pihak desa yang mendapatkan kucuran bantuan tersebut, Setiap desa yang mendapatkan kucuran bantuan tersebut harus setor beberapa persen ke pihak pengusung ujar salah satu Sumber kepada awak media.

Yang lebih miris lagi di Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Salah satu yang mendapatkan kucuran anggaran dari Bangkeu Provinsi Jawa Barat sebesar Rp.300.000.000 kurang lebih. Tetapi ketika cair kepala Desa tidak menerima nya dengan utuh melainkan hanya menerima Rp.120.000.000.

Dari pengakuan kepala desa Salagedang ia mengungkapkan bahwa dia hanya tau uang itu cair sebesar Rp.300.000.000 terus di potong Rp.180.0000.000 oleh pihak pengusung partai. Makanya pekerjaan di sini mangkrak, Karena uang segitu mana cukup untuk membereskan bangunan tersebut. “Jelas kades.

Sementara itu F dari Pengusung partai saat di konfirmasi melalui sambungan chat WhatsApp “Sebentar pak saya lagi ada acara lagi takziah nanti saya telepon balik.

Di lain waktu dia menelpon lagi,” Bos kita ketemu sajah sama saya di heroy jam 7 saya berangkat dari sini 6 habis magrib bos.

“Kalau untuk masalah untuk Desa Salagedang justru saya tidak tau, “Dalam pencairan nya juga saya kurang tau sekali. Sampai saat ini saya juga belom bertemu dengan kades nya. “Ujarnya F saat di Resto heroy saat di wawancara awak media. Di malam Selasa 17/2/2025

Kalau tidak salah pihak ketiga nya itu namanya adalah A, Tetapi untuk nama CV atau PT nya saya kurang tau. Tidak tau juga dimana itu alamat A pihak ketiga itu.

Mohon maaf bos kalau di angka segitu saya membantah, Saya sebutkan sekali lagi saya belum ketemu dengan kadesnya. Saya butuh mengkonfirmasi dulu ko ini bisa seperti ini, Makanya saya tadi sebutkan kepada akang ini besok kita ketemu dengan kadesnya supaya clear.

Saya tegaskan bahwa dalam hal kontek konfirmasi tersebut pertanyaan tersebut itu jelas lah tidak benar sama sekali, Apalagi angkanya tidak sesuai sama sekali yang di tuduhkan. “Kilahnya

Waktu Minggu kemarin juga sama ada yang mempertanyakan hal sama seperti ini, Tapi saya jawab ini tidak benar sama sekali.

“Untuk wilayah Utara saya hanya di kaseh Rp.30.000.000 ( tiga puluh juta rupiah ) dari pemungut ke desa desa penerima selebihnya untuk membayar sisa utang kemarin waktu pilkada oleh si pemungut lanjut F.

Sampai saat ini pihak redaksi dan pihak LSM terus berupaya melakukan investigasi dalam hal ini guna untuk mencari kebenaran tentang ini.

(Red / Jonkey)

Tinggalkan Balasan