Daerah  

Bupati Blora Dampingi PWNU Jateng Salurkan Bantuan Korban Banjir Aceh, Temui Diaspora Blora di Peunaron

Blora ll buserindonews.com – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Senin (2/2/2026) sore, mendampingi Ketua PWNU Jawa Tengah KH. Abdul Gaffar Rozin dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga Jawa Tengah yang menjadi korban banjir di wilayah Aceh.

‎Penyaluran bantuan dipusatkan di Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, sebuah desa transmigrasi warga Jawa yang berada di kawasan perbukitan, lembah sungai, serta perkebunan kelapa sawit.

‎Rombongan Bupati Blora bersama Ketua PWNU Jateng menempuh perjalanan darat sekitar lima jam dari Kota Medan, melintasi Langkat, Pangkalan Brandan, Aceh Tamiang, hingga Kota Langsa. Sepanjang perjalanan, masih tampak puing-puing rumah warga yang rusak akibat banjir besar yang melanda Aceh pada akhir 2025 lalu.

‎Setibanya di Peunaron, rombongan disambut warga setempat, salah satunya Mbah Jiyo, warga transmigrasi asal Desa Seren, Sendangwungu, Kabupaten Blora, yang telah menetap di Aceh Timur sejak tahun 1980.

‎Bupati Arief bersama Ketua PWNU Jateng terlebih dahulu meninjau Musholla Miftahul Ulum, Dusun Dataran Indah, Gampong Peunaron Baru. Musholla tersebut sebelumnya rusak parah akibat banjir dan kini telah selesai direnovasi oleh Tim Relawan PWNU Jawa Tengah.

‎Selanjutnya, dilakukan penyerahan bantuan PWNU Jawa Tengah oleh KH. Abdul Gaffar Rozin kepada PWNU Aceh yang diwakili Tengku Ahmad Afzal. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 4,2 miliar, diperuntukkan bagi berbagai kegiatan pembangunan dan pemulihan pascabanjir.

‎Ketua PWNU Jawa Tengah, KH. Abdul Gaffar Rozin, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilaksanakan setelah mendapat laporan dari relawan Lazisnu Jawa Tengah yang telah berada di Aceh Timur selama sebulan terakhir.

‎“Relawan kami sudah sebulan berada di sini membantu masyarakat pascabanjir. Ternyata banyak warga transmigrasi asal Blora di desa ini, sehingga kami mengajak Pak Bupati untuk menyapa diaspora Blora sekaligus menyerahkan bantuan. Meski nilainya tidak besar, kami berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita. Bantuan kami fokuskan pada perbaikan fisik musholla, sekolah, lembaga pendidikan agama, serta penyediaan buku pelajaran dan kitab suci,” ungkapnya.

‎Selain dari PWNU Jateng, bantuan juga disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Blora melalui Baznas dan Korpri, yang diserahkan langsung oleh Bupati Arief Rohman, didampingi Ketua Baznas Kabupaten Blora H. Sutaat, serta Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dasiran, selaku perwakilan pengurus Korpri.

‎Bantuan dari Pemkab Blora tidak hanya diperuntukkan bagi satu daerah, melainkan disalurkan ke enam kabupaten terdampak banjir, meliputi Kabupaten Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Tamiang, serta Kabupaten Agam Barat, Sumatera Barat. Bantuan tersebut digunakan untuk perbaikan musholla, dayah, sekolah, serta sarana pendidikan keagamaan.

‎“Total bantuan dari Pemkab Blora melalui Baznas dan Korpri senilai Rp 230 juta, merupakan hasil donasi masyarakat dan ASN Kabupaten Blora. Terima kasih kepada seluruh donatur. Kami tidak menyangka di Aceh juga banyak warga Blora, semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar Bupati Arief.

‎Ketua Baznas Kabupaten Blora, H. Sutaat, menambahkan bahwa bantuan untuk masing-masing kabupaten diserahkan secara tunai sebesar Rp 30 juta, sementara bantuan Korpri disalurkan melalui transfer rekening.

‎Sementara itu, Pengurus PWNU Aceh, Tengku Ahmad Afzal, menyampaikan apresiasi atas kepedulian warga Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Blora, terhadap masyarakat Aceh yang terdampak banjir.

‎“Kami sangat berterima kasih atas perhatian besar dari PWNU Jawa Tengah dan Pak Bupati Blora. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang secara fisik dan psikis masih berada di titik nol. Kehadiran langsung ini menambah semangat kami untuk bangkit,” ujarnya.

‎Kebahagiaan juga dirasakan Mbah Jiyo, warga transmigrasi asal Blora yang kini menetap di Peunaron.

‎“Alhamdulillah Pak Bupati Blora bisa sampai ke sini. Saya ikut transmigrasi tahun 1980, waktu itu Bupatinya masih Pak Sumarno. Banjir kemarin besar sekali, rumah-rumah hanya kelihatan atapnya. Bahkan ada warga yang meninggal diterkam buaya sungai pascabanjir. Terima kasih Pak Bupati sudah menjenguk kami,” ucapnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arief Rohman juga menyempatkan bersilaturahmi ke rumah Mbah Jiyo yang memiliki warung kopi di depan SDN 4 Peunaron, sekaligus menyapa warga diaspora Blora lainnya yang berasal dari Karangnongko, Buluroto, Dluwangan, Randublatung, dan daerah lainnya.

‎( Angga )

Tinggalkan Balasan