Bupati Tanah Bumbu Dr.Zairullah Pamit Purna Tugas Lanjutkan Pengabdian untuk Anak Yatim

Tanah Bumbu KALSEL || buserindonews.com,

Masa jabatan dr. HM Zairullah Azhar sebagai Bupati Tanah Bumbu resmi berakhir pada 20 Febuari 2025. Namun, pengabdian pria yang akrab disapa Abah Zairullah ini tidak berhenti di sini. Di tengah suasana haru di Pendopo Serambi Madinah, Kantor Bupati Tanah Bumbu, Zairullah menegaskan bahwa pengabdian dan perjuangannya akan berlanjut, khususnya bagi anak-anak yatim di Indonesia. Selasa (18/02/2025).

Dalam momen perpisahan yang penuh makna itu, Zairullah menyampaikan refleksi atas perjalanan panjangnya sebagai pemimpin daerah.“Hari ini menjadi hari yang penting, sebagai proses tahapan akan berkelanjutan walaupun hari ini merupakan momentum perpisahan. Hal ini sebagai ukuran seberapa jauh kita bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab,” ujarnya dengan suara bergetar, Zairullah tidak menutupi rasa syukurnya atas kesempatan mengabdi dan berjuang demi kemajuan Tanah Bumbu.

“Saya merasa bersyukur. Proses perjalanan dan perjuangan ini terasa dahsyat,” tambahnya dengan mata yang tampak berbinar, mengenang tantangan dan pencapaian yang telah diraih. Sebagai seorang pemimpin, ia menyadari bahwa perjuangan tidak boleh berhenti. Dengan penuh semangat, ia mengajak masyarakat Tanah Bumbu untuk terus melangkah maju.“Kita membutuhkan orang-orang yang mampu berjuang untuk kemajuan Tanah Bumbu,” tegasnya.

Namun, perpisahan ini bukanlah akhir dari kiprahnya. Sebaliknya, Zairullah siap mengabdikan diri dalam bidang yang sangat dekat di hatinya pendidikan dan kesejahteraan anak yatim.

“Saya akan melanjutkan perjuangan bersama anak-anak yatim Indonesia. Ada sekitar 4.333 ribu anak yatim di luar sana,” ujarnya dengan penuh tekad.

Sebagai Presiden Anak Yatim Indonesia, Zairullah telah lama berkomitmen untuk membangun masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak yang kehilangan orang tua mereka. Program-program pendidikan, bimbingan moral, hingga pemberdayaan ekonomi bagi anak-anak yatim telah menjadi bagian dari perjuangannya.

Jabatan sebagai Bupati Tanah Bumbu akan resmi berakhir pada 20 Februari 2025. Sebelum menutup lembaran ini, ia menyampaikan pesan mendalam kepada masyarakat. Dengan penuh keikhlasan, ia berpamitan, meminta maaf, dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama ini, “Mohon doa restu untuk melanjutkan perjuangan di masa depan,” tutupnya dengan senyum penuh harapan.

Kepergian Zairullah dari kursi Bupati bukanlah sebuah perpisahan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar. Tanah Bumbu kehilangan seorang pemimpin, tetapi anak-anak yatim di Indonesia mendapatkan seorang pejuang yang tak kenal lelah untuk memperhatikan kemajuan anak yatim.

( Edy : BUSER INDONESIA-tim media ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *