Daerah  

Dalam Upaya Meningkatkan Imun Tubuh Untuk Kegiatan KBM PTM, Para Pelajar MI Thoriqussa’dah Gandamekar Laksanakan Vaksinasi Sinovac Tahap 1

Purwakarta || buserindonews.com – Upaya Pemerintah untuk meningkatkan Imun Tubuh para siswa dari jenjang tingkat dasar sampai jenjang tingkat berikutnya terus digenjot, hal ini seiring dengan kembali merebaknya covid-19 jenis Omicron di wilayah lain.

MI Thoriqussa’adah adalah Madrasah Ibtidaiyah setingkat Sekolah Dasar (SD) dibawah naungan Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), dimana pada hari Jum’at (14/01/2022) telah dilaksanakan vaksinasi tahap 1 jenis vaksin Sinovac, sebanyak 80 siswa/i dan juga ada dari sebagian anak usia sekolah lain yaitu Sekolah SDN Gandamekar yang ikut vaksinasai ini, mengingat sebelumnya dari sebagian anak anak tersebut belum tervaksinasi, dari kegiatan tersebut pantauan awak media buserindonews.com berjalan dengan lancer dan tertib.

Kegiatan ini melibatkan unsur dari pihak Yayasan Thoriqussa’adah (Saepul Bahri, S.Ag), pihak Komite Madrasah  (Ust. Dimyati), dan pihak dari Madrasah/Sekolah yang dalam hal ini dihadiri langsung oleh Hj. Asiatul Munawaroh, S.Pd.I beserta staf pengajarnya, juga para siswa/i yang didampingi langsung oleh orang tua walinya, kemudian pihak yang paling berkompeten yang langsung mensosialisasikan terkait pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini yaitu dari jajaran Puskesmas Plered diantaranya : dr. Derie, Hj. Nining A, Nova Arfiana, Farida, Hj. R. Nova, Endeh, Winda dan Novi. Hadir pula istri dari Kepala Desa Gandamekar (Asep S. lurah Balung) Kec. Plered Kab. Purwakarta dan ikut andil dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini.

Salah satu ruangan kelas MI Thoriqussa’adah digunakan untuk kegiatan vaksinasi ini, sebelum melakukan vaksinasi terhadap peserta didik, salah seorang tenaga kesehatan perwakilan dari Puskesmas Plered Purwakarta yang dalam hal ini Hj Nining A, memamparkan kepada para orang tua siswa, terkait kegiatan vaksinasi tersebut.

“ Hari ini adalah pelaksanaan vaksin dosis pertama dan untuk dosis ke dua pelaksanaanya pada tanggal 11/02/2022, supaya kekebalan tubuh paa siswa siswi lebih maksimal. Adapun jenis vaksinnya yaitu Sinovac, yang dirasa sangat aman, karena sudah melalui beberapa tahapan dan sudah direkomendasiakan seluruh dokter di Indonesia. Jadi vaksin ini cukup aman digunakan untuk anak usia sekolah tingkat dasar untuk kekebalan tubuh/Imun tubuh agar terhindar dari virus covid-19, walaupun vaksin ini tidak menjamin 100%,  kalaupun terkena setidaknya tidak akan memperparah keadaan karena sudah divaksin tadi. Tapi juga harus diyakinkan putra putrinya dalam keadaan sehat dan didampingi dalam pelaksanaanya, khususnya untuk anak dibawah kelas 3. Hal lainnya bahwa peserta vaksin ini harus menyertakan Copy Kartu Keluarga (KK) dan No Hand Phone (HP), untuk menginformasikan kembali bahwa yang bersangkutan telah divaksin, tak lupa saya sampaikan untuk tetap melakukan Protokol Kesehatan (Prokes) 5 M dengan benar.” Terangnya.

Kepala MI Thoriqusaadah Gandamekar Hj Asiatul Munawaroh, S.Pd.I, menjelaskan bahwa sebelum menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di madrasah ini ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. “Vaksinasi bagi para guru (tenaga pendidk) yang harus dipenuhi terlebih dahulu dan  syukur alhamdulillah untuk para staf tenaga pendidik sudah melaksanakan Vaksinasi tahap 1 dan tahap 2 berdasarkan identifikasi dari kartu vaksin Peduli Lindungi. Untuk sekarang ini giliran siswa siswi yang menjalani vaksinasi sebelum pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka  (PTM ) tahun ini,” imbuhnya.

“Siswa kami sebenarnya berjumlah 80 secara keseluruhan namun beberapa diantaranya ada yang tidak bisa ikut vaksinasi disebabkan sakit. Seluruh siswa sudah didaftarkan secara online untuk mendapatkan vaksin namun pada saat ada beberapa tidak bisa ikut disebabkan ada yang masih sakit,” terangnya.

Menurutnya kegiatan vaksinasi ini penting bagi siswa agar kekebalan tubuhnya meningkat dan bisa mengikuti  KBM PTM (Kegiatan Belajar Mengajar/Pembelajaran Tatap Muka) di madrasah. Pemerintah sudah memberikan instruksi bagi daerah yang sudah masuk level 2 bisa mengadakan PTM dengan penerapan Prokes yang ketat.

“Untuk sarana dan prasaranan Prokes serta teknis penerpannya sudah kami persiapkan  sebelumnya. Mudah-mudahan kedepan pandemi covid 19 ini dengan jenis varian apapun bisa berakhir sehingga Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di madrasah ini  kembali normal sebagaimana biasanya. “ Sambungnya. ( SB.S.Ag )

Tinggalkan Balasan