Diduga Oknum Pegawai Kementerian Agama Kab Majalengka Yang Dinas Di KUA Lakukan Penipuan

  • Bagikan

Majalengka | Buserindonesw.com – Prinsip usaha adalah untuk mencari keuntungan bukan mencari kerugian,hal tersebut tak berlaku bagi R ( korban ) belum lama ini sekitar kurang lebih 8-10 bulan lalu R ada transaksi,korban kepada media menuturkan bahwa ” Awalnya OLK butuh uang sebesar 110 juta rupiah, lalu meminta bantuan salah satu temannya yaitu ibu Ai untuk mencarikan pinjaman.Ibu Ai menemui seorang pendana (Rian ) dengan jaminan sertifikat rumah, dan Rian pun mempunyai kepercayaan yang bernama (Ayip).

Tetapi saat itu Rian tidak setuju dengan keinginan Ibu Ai, disitu Rian ingin nya bukan proses pinjam meminjam uang, tapi prosesnya adalah “Jual beli rumah ujarnya.

Selanjutnya terjadilah kesepakatan tersebut, tetapi dengan catatan ada jatuh tempo selama 3 hari lanjutnya.
Ketika kesepakatan jual beli rumah yang sudah disepakati, pada saat Olk, Ayip, AI sedang berada di Kota Semarang, lalu Olk menyuruh adiknya nng untuk mengambil uang yang sebesar 110 juta rupiah kepada saya.

Ketika perjanjian jual beli rumah sementara selama tempo 3 hari, ternyata Olk tidak bisa membeli kembali rumah tersebut.
K etika ditanyakan pertanggung jawaban atas kesepakatan antara kedua belah pihak, Olk menjawab

“Saya tidak pernah mensepakati perjanjian tersebut, karena saya itu meminjam uang bukan menjual rumah ujar korban kepada media di rumahnya.

Padahal perjanjian jual beli rumah tersebut sudah disetujui oleh kedua belah pihak antara Olk dan Rian dan perjanjian nya pun ditandatangani diatas materai.

Ketika awak media mendatangi kantor tempat bekerja nya untuk konfirmasi terkait masalah tersebut Olk tidak ada di tempat Jum’at 17/Juni/2021

Saat kepala KUA H.Hafid di mintai komentar terkait masalah Olk yang nota bene adalah anak buahnya karena dinas di KUA tersebut mengatakan “kalau masalah itu saya kurang tau karena masalah pribadi nya”

“Masih menurut Kepala KUA ya kalau betul permasalahan nya seperti itu itu sudah jelas melanggar hukum pasti ada arah kepidana meskipun kang Holik tidak menerima uang tetapi kang holik sudah menyatujuinya di dalam sebuah kwitansi apalagi kwitansi tersebut memakai materai.

H.Hafid menambahkan kalau bisa rekan-rekan media jangan dulu memuat beritanya nanti saya akan coba ngobrol dulu sama kang Holik nya.
Sementara itu pihak kementerian agama kabupaten Majalengka belum bisa di hubungi.
Kasi Bimas yang baru saja di lantik juga belum bisa di mintai komentar.

Wisnu Purnomo sebagai pimpinan redaksi angkat bicara ” Kita akan konfirmasi Kementerian Agama Kab Majalengka, sementara pihak Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa barat juga harus ada tindakan tegas kalau hal tersebut memang terjadi. Apalagi kasus ini informasinya sudah masuk jalur hukum dan sedang ditangani pihak kepolisian. ( Red )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Buser Indonesia