KARAWANG || Buserindonews.com – Diduga Pelayan buruk dan sikap tidak profesional ditunjukkan oleh oknum RSUD Karawang, Seperti yang dialami pasien bernama Ksh warga Kotabaru.
Dengan dalih ruangan penuh, pasien ini hanya dirawat di ruang fasilitator. Tak hanya itu, pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan gratis ini tiba tiba disuruh pulang oleh dokter, padahal yang bersangkutan belum sembuh total.
Mirisnya lagi, pasien tersebut pulang dengan tangan hampa, pasalnya pihak RSUD Karawang tidak memberikan obat.
Alhasil, ketika pulang ke rumah, penyakit pasien tersebut malah kambuh, namun apa daya, pihak keluarga pasien hanya bisa mengeluh di karenakan pihak RSUD Karawang dirasa kurang bertanggung jawab, dan lagi tidak di kasih obat juga oleh pihak RSUD Karawang, terus pasien mau sembuh gimana kalo tidak di kasih obat untuk di minum, biasanya pihak RSUD kalo pasien di suruh pulang pasti di kasih obat, tapi dengan demikian RSUD Karawang tidak mengasih obat sama sekali ujar keluarga pasien.
Mendapat informasi itu, wartawan Buser Indonesia mencoba mewawancarai sejumlah keluarga pasien di RSUD Karawang, Katanya jika ingin cepat masuk ruangan minimal harus nyogok dulu Rp 50 ribu ke oknum sekuriti RSUD
perlakuan kurang optimal kepada pasien BPJS gratis, manajemen RSUD Karawang harus mendapatkan teguran dari Bupati Karawang ataupun pihak yang kompeten.
Pasalnya, mendapatkan pelayanan setara dalam hal kesehatan adalah hak rakyat Indonesia. RSUD Karawang sepertinya diduga materialistis dan pilih kasih jika hanya memandang sebelah mata pasien BPJS kesehatan gratis.
Jika fenomena ini dibiarkan tanpa ada tindakan yang tegas, akan menjadi preseden buruk bagi citra pelayanan kesehatan di Kabupaten Karawang.
Sampai berita ini terbit, wartawan belum berhasil mengkonfirmasi Pihak RSUD Karawang. ( Muklis/ Nung )
















