Daerah  

DLH Muara Enim Benarkan Dihulu Sungai Emberang Terdapat Endapan Lumpur Batubara

Muara Enim || buserindonews.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim, Ir. Kurmin. M.Si, membenarkan bahwa di Hulu Sungai Emberang terdapat Sedimentasi berupa endapan lumpur Batu bara.

Hal itu disampaikannya via pesan singkat kepada awak media, Kamis 24/02/2022.

Berikut kutipan jawaban dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup saat awak media meminta kelanjutan dari investigasi Tim DLH beberapa waktu lalu;

Berdasarkan Hasil Verifikasi Team DLH di lapangan bahwa terkait berita yang dimuat di YouTube tanggal 11 Februari 2022. Sungai Emberang diduga tercemar Limbah PT GHEMMI.

Pada titik yang divideokan tidak ditemukan endapan atau sedimentasi, dan air dalam kondisi baik, tetapi di bagian Hulu Sungai Emberang ditemukan sedimentasi berupa endapan lumpur batubara dan air Sungai berwarna hitam.

Sesuai Surat Perjanjian Bersama PT.GHEMMI, PT. MPC dan PT. LCL dengan desa Gunung Raja bahwa Pengelolaan Sungai Emberang Hulu Register Objek Lelang Lebak Lebung dan Sungai Penimur Hulu desa Gunung Raja, dilakukan oleh PT GHEMMI selama 30 tahun dan sudah diberikan kompensasi oleh PT GHEMMI berupa tanah seluas 1 hektar untuk lapangan bola kaki di desa Gunung Raja.

DLH memerintahkan PT GHEMMI untuk segera melakukan perawatan berupa pembersihan endapan lumpur yg ada di bagian hulu Sungai Emberang.

Permasalah ini juga akan disampaikan ke Kementerian LHK sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian isi pesan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muara Enim.

Lalu saat tim media mempertanyakan perihal baku mutu air sungai apakah juga sudah dilakukan cek lab, beliau menjawab dengan mengirimkan lampiran hasil atau Sertifikat Hasil Uji dengan No.660/2612/SHU-LAB/I/2022.

SHU yang dikirimkan oleh Kepala Dinas LH ini bertanggal dan bulan Januari 2022. artinya ini Hasil yang sebelumnya bukan dari hasil investigasi pada tanggal xx Februari 2022.

Sedangkan pada saat investigasi bersama awak media, tim DLH, sama sekali tidak membawa sampel air dari sungai Emberang untuk dibawa ke Muara Enim.

Hal ini menjadi pertanyaan salah seorang warga Gunung Raja, JV.

“Kalau cuma mengecek tanpa diambil sampelnya serta ditest di laboratorium, bagaiman bisa tau kondisi sungai Emberang saat ini, apa bisa hanya dilihat dan dikira-kira saja,” kata JV.

Selanjutnya JV mengatakan akan melanjutkan pelaporannya sampai tingkat provinsi, bahkan pusat.

“Jika tidak ada kejelasan dari dinas lingkungan hidup Kabupaten Muara Enim, kami selaku warga akan meminta tolong ke DLH Provinsi atau bila perlu sampai ke pusat,” tandasnya.reporter( Edi Sanjaya)

Tinggalkan Balasan