Daerah  

Kasus Corona di Daerah Tegal: 6 Pasien Positif, 44 PDP dan 178 ODP

Kasus Corona di Daerah Tegal: 6 Pasien Positif, 44 PDP dan 178 ODP


Komentar
Wali Kota Tegal pada pers

TEGAL, (Buser Indonesia) – Kasus pandemi corona ( Covid-19) di Kota Tegal, Jawa Tengah, terus meningkat.

Hingga hari Senin (13/04/2020) tercatat ada enam kasus positif covid-19.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono. senin pagi mengungkapkan, satu pasien positif yang merupakan warga Kota Tegal sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang dari RSUD Kardinah.

Sedangkan tiga pasien lainnya yang merupakan warga Kabupaten Tegal masih dirawat di rumah sakit Kota Tegal.

Sementara untuk dua pasien positif telah meninggal dunia.

Imbuh Dedy, meski saat ini tiga pasien yang dirawat tidak ada satu pun warga Kota Tegal, namun status zona merah masih ditetapkan.

Hal itu sebagai bentuk kewaspadaan semua pihak agar jangan sampai lengah menghadapi pandemi corona di Indonesia

“Kota Tegal statusnya tetap zona merah, tidak kita tarik. Karena bagaimanapun di lingkungan daerah sekitar Kota Tegal seperti Kabupaten Tegal kan sudah ada yang positif, jangan sampai ketika status kita tarik malah memperburuk karena ketidakwaspadaan masyarakat juga,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tegal, Senin (13/4/2020) pukul 21.00 WIB, tercatat ada 44 Pasien Dalam pengawasan (PDP) dan 178 ODP.

Sebelumnya, pasien positif virus corona (Covid-19) pertama di Kota Tegal, Jawa Tengah, yang sudah dinyatakan sembuh akhirnya diperbolehkan pulang setelah menjalani masa pemulihan selama sepekan di RSUD Kardinah, Senin (13/04/2020).

Dia menambahkan, pasien berusia 34 tahun warga Slerok, Tegal Timur, sudah sepekan lalu dinyatakan sembuh setelah dua kali berturut-turut hasil swab dinyatakan negatif.

“Alhamdulillah, kabar baik. Warga Slerok yang pulang dari Abu Dhabi, dinyatakan pihak rumah sakit sudah sehat dan sembuh. Sudah pulang ke rumahnya tadi pagi,” kata Dedy, kepada para wartawan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal, Senin (13/04/2020).

Dedy berharap, tetangga dan warga di Kelurahan Slerok bisa menerima dengan baik, dan tak perlu sampai mengucilkannya.

Pasalnya, pasien sudah mengantongi surat keterangan sehat dan bebas virus corona atau covid-19 dari pihak rumah sakit.

“Saya mohon warga Tegal, khususnya Slerok jangan sampai berfikir pasien ini akan menularkan ke masyarakat, karena yang bersangkutan sudah pulih, dan sudah melalui tahapan dua kali swab sudah negatif,” ungkapnya. *(Red/jauri)

[wp_reusable_render id='61694']

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *