Daerah  

Kasus DBD di Kabupaten Ciamis Mengalami Peningkatan Signifikan

Ciamis || buserindonews.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ciamis, terus bertambah cukup signifikan. Dinas Kesehatan Ciamis mencatat sampai 25 Maret 2024, ada 389 warga terjangkit DBD. Tiga orang di antaranya meninggal dunia.

“Per tanggal 25 Maret 2024 jumlah warga yang terjangkit DBD mencapai 389 orang dengan tiga orang meninggal dunia,” ujar Kabid P2P Dinas Kesehatan Ciamis Edis Herdis, Senin (25/3/2024).

Edis membenarkan, dibanding tahun sebelumnya jumlah kasus DBD di Ciamis tahun 2024 cukup tinggi. Meski demikian, Edis menegaskan Ciamis bukan termasuk daerah yang banyak kasus secara nasional.

“Ya memang mengalami peningkatan cukup signifikan. Tapi Ciamis bukan daerah yang banyak kasus,” ungkap Edis.

Berdasarkan puskesmas terbanyak kasus DBD masih berada di perkotaan dari total 9 titik. Rinciannya, Handapherang sebanyak 79 kasus, Ciamis 46 kasus dengan 1 pasien meninggal dunia. Kecamatan Baregbeg ada 28 kasus dengan 1 orang pasien meninggal dunia.

Kemudian di Kecamatan Cijeungjing ada 33 kasus, Imbanagara 20 kasus dengan 1 pasien meninggal dunia. Lalu Cikoneng 18 kasus, Rancah 20 kasus, Cipaku 15 kasus dan Rajadesa 12 kasus.

Untuk golongan umur paling banyak dari rentang usia 15-44 tahun sebanyak 198 kasus, 1 Orang meninggal. Kemudian lansia 100 kasus, 1 Orang meninggal.lalu anak dan remaja usia 5-14 tahun 70 kasus, 1 Orang meninggal ” jelasnya.

Masyarakat diharapkan meningkatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk PSN 3M plus. Menguras, menutup dan mendaur ulang. Hindari gigitan nyamuk di lingkungan kerja, sekolah, perkantoran dan tempat umum.

Dan juga melakukan pencegahan dan pengendalian serta memperkuat pelaksanaan gerakan 1 rumah 1 Jumantik (G1R1J). Ujar Kabid P2P

Asep Joni

Tinggalkan Balasan