Minggu, Oktober 24, 2021
Beranda Daerah Kisah Syekh Muhammad Zarkasyi Cibaduyut, Syekh Kholil bin Abdul Lathif Madura dan...

Kisah Syekh Muhammad Zarkasyi Cibaduyut, Syekh Kholil bin Abdul Lathif Madura dan Syekh Ahmad Zakariya Rende Bandung Barat

Purwakarta | Buserindonews – Dikalangan para santri, siapa yang tak kenal ketiga ulama diatas. Beliau termasuk ulama besar juga pejuang kebanggaan dalam mempertahankan negri ini dinusantara dari penjajahan bangsa Eropa.

Menurut risalah dari catatan para muridnya, yang kami red, tanyakan kebeberpa Nara sumber, Kamis,1/3/2021di Ponpes Al Manshuriyyah Ciserang Plered Pimpinan Ust.Abad Badru Zaman. Kisah pertama, dulu Syekh Muhammad Zarkasyi atau Mama Cibaduyut punya pesantren di cigondewah bandung dengan jumlah murid sekitar 450 jadi ulama semua, termasuk Mama Rende Syekh Ahmad Zakariya, Mama Gentur, Mama Sukaraja, Mama Jelegong, dll.

Saat Mama Cibaduyut menceritakan perihal kesuksesan pesantren ke Ayahandanya yaitu KH. Rd. Muhammad Ali atau Mama Antapani, sang ayah tidak bangga bahkan berkata : “Jaang,, ujang belum sempurna jika belum berguru ke Syekh Kholil bangkalan madura, tinggalkan pesantren, titipkan ke istri, meskipun kamu sudah jadi ulama gede ”

Syekh Kholil adalah Maha Guru cikal bakal berdirinya Nahdhotul Ulama.

Kemudian Mama Cibaduyut patuh pada perintah Ayahnya yang terkenal kewaliannya. Perlu kita tahu, KH.Rd. Muhammad Ali atau Mama Antapani pernah dipenjara sekitar 3 tahun oleh belanda, namun ia sabar, tidak berontak. Kenapa ?? Karna dipenjara-pun setiap waktu sholat ia hilang, petugas sipir belanda bingung dan dicari ke perkampungan ada warga yang melaporkan sedang sholat di mesjid, setelah sholat hilang lagi dan ada di dalam penjara.

Berangkatlah Mama Cibaduyut berkelana sampai Bangkalan, sekitar jarak 1 km sebelum sampai pesantren ternyata Syekh Kholil sudah tau, beliau bersama santri membawa pukulan kentongan dan bertemulah Syekh Kholil dan Mama Cibaduyut.

Saat itu Mama Cibaduyut hanya tertunduk, kepala hingga kaki dipukul Syekh Kholil sambil berjalan 1km hingga pintu kamar, ia ditendang dimasukkan kamar dan dikunci. Setelah beberapa waktu, kunci pintu dibuka… Syekh Kholil berkata : sudah kamu sudah wushul.
Itulah salah satu keramatnya Syekh Kholil yang menjadi Syaikhul Wushul, Syaikhul Futuhnya Mama Cibaduyut. Bahkan Syaikh Kholil pernah suatu saat menjelaskan perkara fiqih tentang suatu hewan, Syekh Kholil langsung mengambil hewan yang sedang dibahas dari samping tangannya, entah dari mana datangnya.

Akhirnya Mama Cibaduyut pamit dan kembali ke bandung, disana beliau kembali mengajar dan dakwah lebih besar. Beliau punya murid yang jadi ulama besar di zamannya yaitu KH.Rd. Ahmad Zakariya bin Muhammad Syarif atau Syekh Sayyid Ahmad Zakariya Ba’alawi Mama Rende. Beliau berdua pernah mukim di jabbal Qubes Mekkah, belajar dan mengajar di Masjid Al-Harom. Sayyid Ahmad Zakariya bahkan pernah menjadi mufti mazhab Syafi’i disana.
Suatu ketika, Ajengan Muniran jawa barat sowan ke Syekh Yasin bin Isa Alfadani yang masyhur keilmuannya dikalangan ulama penjuru dunia. Syekh Yasin bertanya ke Ajengan Muniran, kamu dari Indonesia? Jawa Baratnya mana, Bandung nya daerah mana?

Setelah itu Syekh Yasin kembali berkata : di sana/ Indonesia saya sangat kagum, hormat pada dua ulama tersohor ilmunya, alim, bahkan dulu masyhur disini di Mekkah yaitu Syekh Muhammad Zarkasyi dan Syekh Ahmad Zakariya. Syekh Ahmad Zakariya dulu jadi mufti madzhab Syafi’i disini, lautan ilmu namun tawadhu.

Alhamdulillaaah dari Syekh Sayyid Ahmad Zakariya menurunkan putra salah satunya Muhammad Ali Hasan yang berputra Muhammad Misbah berputra Seif Alwi Ahbaburrosul dari Karawang yang pernah berguru kepada Ulama Khos NU Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

Syekh Sayyid Ahmad Zakariya Rende juga mempunyai banyak murid yang tersohor seperti KH. Tubagus Muhammad Mansur Purwakarta, KH. Syathibi Cianjur, KH. Qurtubi Cianjur, KH. Sanusi Sukabumi, KH. Faqih bandung, KH. Ahmad Thoha Mustawi bandung, dll.

Dalam suatu sanad ilmu, Syekh Sayyid Ahmad Zakariya Rende pernah berguru kepada Ulama besar Madinah Syekh Sayyid Muhammad Ar-Ridwan Al-Madani.
Perlu kita tahu, Syekh Muhammad Ar-Ridwan punya putra bernama Sayyid Ahmad.
Sayyid Ahmad inilah punya murid dari Indonesia bernama Muhammad Ilyas bin Raden Mas Ali Dipowongso bin Diponegoro ll bin Pangeran Diponegoro atau Abdul Hamid.

Syekh Muhammad Ilyas punya putra Ulama besar NU dan pejuang dari purwokerto yaitu KH.Rd. Abdul Malik guru besar dari Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, dari Maulana Habib Luthfi mempunyai murid di Karawang yaitu Sayyid Seif Alwi Ahbaburrosul.

Itulah hebatnya ulama kita terdahulu, bahkan ketiga ulama diatas yaitu Syekh Kholil bin Abdul Lathif Bangkalan madura, Syekh Muhammad Zarkasyi Cibaduyut, Syekh Ahmad Zakariya Rende masih satu karuhun keturunan Kanjeng Syekh Syarif Hidayatulloh gunung jati.

Semoga bisa diambil hikmah dari sejarah ini, agar kita tidak lupa bahkan malu dengan jasa beliau. (Saepul B)

RELATED ARTICLES

Ajun Angkat Bicara Terkait Pemberitaan Dirinya Mengancam Menggunakan Preman.

  Palembang || buserindonews.com- Melalui Kuasa Hukumnya Benny Murdani, dia mengatakan pemberitaan tersebut tidaklah benar. Bahkan terkesan mengada-ada. “Beritanya sudah tidak objektif lagi. Tetapi sudah subjektif, karena...

Masyarakat Tanjung Kurung Sangat Resah Adaya Tanggul Proyek Yang Diduga Menggangu Aktifitas Nelayan Setempat

  Banyuasin || www.buserindonews.com-Terkait proyek revitalisasi Danau Desa Tanjung Kurung yg menuai protes warga masyarakat khususnya para nelayan yg merasa terganggu atas pengerjaan proyek ini...

Polres Purwakarta Berinovasi Pemberian Vaksinasi Covid-19 Dengan Sistem Drive Thru.

  Purwakarta || buserindonews.com - Upaya mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 kepada warga Kabupaten Purwakarta, berbagai upaya dilakukan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta. Kali ini, Polres Purwakarta...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Memasuki Level 1, Kapolres Banjar : Kita Tetap Waspada dan Tetap Prokes

  Polres Banjar || buserindonews  - Kota Banjar memasuki PPKM Level 1 dalam kasus Covid-19, Kapolres Banjar AKBP Ardiyaningsih, S.I.K.,M.Si. Mengingatkan untuk tetap patuhi Protokol...

Ajun Angkat Bicara Terkait Pemberitaan Dirinya Mengancam Menggunakan Preman.

  Palembang || buserindonews.com- Melalui Kuasa Hukumnya Benny Murdani, dia mengatakan pemberitaan tersebut tidaklah benar. Bahkan terkesan mengada-ada. “Beritanya sudah tidak objektif lagi. Tetapi sudah subjektif, karena...

Masyarakat Tanjung Kurung Sangat Resah Adaya Tanggul Proyek Yang Diduga Menggangu Aktifitas Nelayan Setempat

  Banyuasin || www.buserindonews.com-Terkait proyek revitalisasi Danau Desa Tanjung Kurung yg menuai protes warga masyarakat khususnya para nelayan yg merasa terganggu atas pengerjaan proyek ini...

Advokat Perusahaan Tambang Bunati Angsana Kalsel di Bacok Orang Tak Dikenal.

  TANAH BUMBU-KALSEL || buserindonews -Kejadian seorang Advokat di bacok tersebut di Lokasi berada di Desa Bunati Angsana, Tanbu, Kalsel pada sekira pukul 17.45. Informasi sementara,...

Recent Comments