Daerah  

OKNUM PEGAWAI KECAMATAN UJUNG JAYA,AROGAN TERHADAP JURNALIS.

SUMEDANG BI-20 Mei 2020 di halaman kantor kecamatan ujung jaya kabupaten sumedang seorang calon kepala desa yang masih bertugas sebagai staf Kecamatan ujung jaya tiba tiba mengerutu tidak jelas.

Dengan arogansinya dan nada tinggi saat diajak berinteraksi oleh wartawan, Wem askin menuturkan “awal mula kejadian rabu 20 Mei 2020 setelah usai meliput kegiatan dikantor kecamatan ujung jaya dan ketika kegitan selesai, calon kepala desa tersebut hendak meninggalkan kantor kecamatan lalu saya dekati untuk berinteraksi terkait kegiatan PSBB covid 19.

Namun hal yang tidak diduga tiba-tiba beliau ( calon kepala desa ) mengucapkan hal hal yang jauh dari bahasan mengenai tindakan atau video asusila entah dirinya atau siapa yang berperan dalam video tersebut, dengan nada yang tinggi dan arogansi dengan menepuk-nepuk keras motor miliknya dan berkata, “bahwa wartawan hanya menginginkan uang atas klarifikasi terkait video asusila terhadapnya dan dengan tegas akan menuntut siapapun yang memiliki video tersebut.

Serta mengatakan bahwa staf kecamatan tersebut mempunyai beking atau semacamnya untuk melakukannya “, dalam hal-hal yang dikatakan seorang calon kepala desa tersebut wem askin mengaku terheran-heran dan tidak mengetahui apa yang  pegawai kecamatan katakan.

Namun dalam hal ini, dengan naluri seorang jurnalis wem askin mulai mencari kebenarannya dengan melakukan interaksi dengan rekan-rekan wartawan lainnya sehingga diketahui sebuah informasi dari rekan wartawan lainnya bahwa, calon kepala desa tersebut sedang tersandung masalah video asusila namun tidak diketahui darimana sumbernya sampai disalah seorang rekan wartawan.

Wartawan tersebut menyatakan telah melakukan klarifikasi terkait hal tersebut serta mendapatkan sebuah pengakuan dari  ( calon kepala desa ), bahwa pemeran dalam video tersebut adalah benar dirinya, adapun informasi yang dihimpun dari nara sumber kami bahwa pada awal mulanya calon kepala desa tersebut kehilangan hand phone miliknya.

Namun naas hand phone tersebut ditemukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga video tersebut tiba tiba ada yang mengirimkan dari hand phone miliknya kepada salah satu sumber, lebih naasnya lagi bahwa diduga pemeran dalam video tersebut adalah calon kepala desa tersebut, namun wem askin menuturkan untuk permasalahan video atau apapun yang beliau ( calon kepala desa ) katakan, wem mengaku tidak mengetahui apapun,seharusnya oknum pegawai kecamatan tersebut jangan melakukan tindakan yang sifatnya arogan,apalagi dia seorang pegawai kecamatan dan mau mencalonkan kepala desa kata Wisnu purnomo Pimpinan Redaksi Buser indonesia ketika di mintai keterangan oleh wartawan(Team/red)

[wp_reusable_render id='61694']

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *