Daerah  

Pasar Tumpah Di GBLA Tidak Mengindahkan Protokol Kesehatan

 

Bandung BI-  Di tengah pandemi covid 19 pasar tumpah di stadion gelora bandung lautan api (GBLA) setiap minggunya semakin bertambah dan mengakibatkan meluapnya para pedagang tanpa mengindahkan SOP new normal.

Bersama paguyuban yang ada seperti HIPAS, ASPEK, PGAM dan BARAYA bersama LPM kecamatan dan hadir juga dari kanit intel Suhana dan panit binmas sudaryat polsek gedebage membahas tentang ketertiban dan ke amanan pasar tumpah untuk menuju aman dan tertib.

Panit binmas menyampaikan supaya semua pedagang serta pengunjung bisa menjaga keamanan dan ketertiban apalagi sekarang masih jamannya covid tolonglah SOP nya di gunakan dan untuk lalu lintasnya juga di jaga jangan ada macet ujarnya.

Ini kan sarana olah raga seharusnya jalanan nya lancar parkir nya tertata dengan rapih kasihan yang olah raga kalau tidak bisa di arahkan di tertibkan atau tidak mendengar mungkin nanti nya akan di tindak atau karena tidak mengindahkan new normal mungkin saja di tutup oleh pihak pemerintah tutupnya.

Kanit intel Suhana juga menambahkan dan menegaskan khususnya ke paguyuban yang ada umumnya untuk semua para pedagang dan pengunjung agar tidak ada polemix di kemudian hari karena aturan aturannya di langgar
dan untuk para kordinator dari masing masing paguyuban agar bersatu dan menghimpun wadah dengan kelembagaan supaya memudahkan untuk berkomunikasi menjaga kemanan dan ketertiban bersama.

Selain itu tentunya new normal harus di jaga juga dengan tidak berdempetnya pedagang dan jaraknya harus di sesuaikan jangan karena pedagang meluap terus saja di tampung di sini harus ada larangan dan ketegasan dari setiap kordinator ujarnya.

ketua lembaga pemberdayaan masyarakan ( LPM) Gedebage Dadang Sujana ketika di tanya terkait perizinan mengatakan itu sebernanya tidak ada izin dari pihak dispora atau dari pemerintah setempat kalau di ketahui iya. kami hanya memanfaatkan fasilitas sementara yang ada kalaupun pihak terkait mau menggunakannya ya silahkan saja ujarnya.
terkaiit pedagang yang ada jumlahnya terhitung 1.140 yg terdaftar atau tercatat tapi yang datang bahkan lebih dari itu, itu bisa di katakan liar.

Makanya kami hadir (LPM ) untuk menata ulang pedagang yang ada kalau memang kami di butuhkan untuk menengahi/memberikan solusi permasalahan tentang meluap nya para pedagang itupun kalau  ada legalitas yang jelas dari ke empat korditaor, karena kami  tidak mau ada indikasi ketika sudah ramai kami datang ,punkas LPM
( B 1 t )

[wp_reusable_render id='61694']

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *