Buserindonews.com
BANDUNG, Buser Indonesia-Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) resmi melantik Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPSI Provinsi Jawa Barat masa bakti 2025–2030. Pelantikan tersebut digelar di Gedung Kebudayaan, Jalan Naripan No. 7–9, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, pada Sabtu (17/01/2026).

Pelantikan Ketua DPW PPSI Jawa Barat H. Dadang Hermansyah beserta jajaran pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PPSI, Galih Santika, serta disaksikan sejumlah tokoh nasional dan daerah.
Acara ini dihadiri oleh Danpusenif TNI Letnan Jenderal TNI H. Iwan Setiawan, SE, MM, Wadan Pusenif Mayjen TNI Tantan Ardianto, S.I.P., Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, SE, Inspektur Jenderal Polisi Rudi Setiawan, S.I.K., SH, MH, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buki Wibawa, tokoh sepak bola Jawa Barat Umuh Muchtar, Anggota DPR RI Fraksi Golkar Dadang Naser, serta Kepala Dispora Provinsi Jawa Barat Dr. Heri Antasari, ST, M.Dep.Plg.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP PPSI Galih Santika menjelaskan bahwa PPSI lahir pada tahun 1957 atas jasa Teritorial VI R.A. Kosasih. Ketua PPSI pertama adalah Kolonel CPM Harun dari unsur Kodam dan Denpom. Menurutnya, PPSI sejak awal dibentuk untuk mempersatukan para pendekar dan jawara dalam menjaga keutuhan NKRI serta memberantas gerakan DI/TII.
“PPSI dilahirkan oleh Kodam dan Denpom. Hampir seluruh anggotanya berasal dari unsur tersebut dengan tujuan menjaga keamanan dan kedaulatan negara,” ujar Galih.
Ia juga menyampaikan rasa tenangnya melihat PPSI Jawa Barat kini kembali bersinergi dengan TNI, khususnya dengan kehadiran Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan. Galih turut mengapresiasi H. Dadang Hermansyah yang kembali mengemban amanah memimpin DPW PPSI Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Galih Santika juga mengulas sejarah awal pencak silat di Jawa Barat yang dikenal dengan “Beungkeut Pakuan”, didirikan oleh Raden Ema Bratakusumah bersama para jawara. Ia mengusulkan kepada Ketua DPRD Jawa Barat, Disparbud, dan tokoh terkait agar mendorong Raden Ema Bratakusumah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Sementara itu, Danpusenif TNI Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan berpesan agar Ketua DPW PPSI Jawa Barat periode 2025–2030 H. Dadang Hermansyah dapat menjaga amanah organisasi dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa PPSI yang berdiri pada 17 Agustus 1957 kini telah berusia 68 tahun.
“PPSI bertujuan mempersatukan para pesilat di seluruh Indonesia untuk menjaga bangsa dari rongrongan DI/TII. Para jawara dan tokoh pemuda disatukan demi keutuhan NKRI,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPW PPSI Jawa Barat H. Dadang Hermansyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Pangdam III/Siliwangi, Danpusenif TNI, Ketua DPRD Jawa Barat, serta tokoh masyarakat Jawa Barat seperti Umuh Muchtar.
“Kehadiran para tokoh ini menjadi momentum sejarah luar biasa dan penyemangat bagi seluruh anggota PPSI Jawa Barat,” ungkapnya.
Ia juga berharap implementasi turunan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dapat diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda) di Provinsi Jawa Barat guna memperkokoh jati diri bangsa.
Pelantikan DPW PPSI Jawa Barat periode 2025–2030 berlangsung khidmat dan meriah, diawali dengan pertunjukan pencak silat oleh anggota PPSI Jawa Barat. Acara ini turut dihadiri perwakilan 27 DPD PPSI kabupaten/kota se-Jawa Barat serta tokoh-tokoh pencak silat, sehingga kegiatan berjalan lancar, aman, dan sukses.
(Icun Sanjaya)
















