Majalengka || buserindonews.com – Beberapa Warga di Desa Darmalarang Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka menyoroti realisasi dana desa tahap kesatu tahun 2023 yang dialokasikan untuk pembangunan pasar hewan. Pasalnya, proyek pasar hewan yang dibangun diatas aset desa atau tanah bengkok di diblok Darma mulya ini tidak dilaksanakan secara swakelola, melainkan digarap oleh pihak ketiga.
Padahal, pemerintah pusat telah mewanti wanti terkait realisasi dana desa mesti dilakukan secara swakelola meskipun tidak tidak ada larangan digarap oleh pihak ketiga, asalkan perjanjiannya jelas dan jangan asal tunjuk.

Menurut mereka, pemerintah desa dinilai tidak transparan dalam hal ini. Terlebih, dalam pelaksanaan proyek ini juga tak memasang papan informasi proyek sehingga masyarakat Desa Darmalarang tidak mengetahui berapa anggaran yang digunakan.
“Kami sebagian dari warga Desa Darmalarang, mengharapkan adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran yang telah diterima oleh pihak pemerintah desa biar tidak menimbulkan prasangka negatif dan menimbulkan kecurigaan. Kami mengkritik bukan untuk saling menjatuhkan namun niat kami mengkritik untuk membangun desa yang selama ini kami cintai,” kata salah satu tokoh masyarakat yang tak mau disebut namanya pada media ini, Selasa (3/5/2023)
Kata dia, memang sebelumnya pihak pemerintah desa telah melaksanakan musyawarah kepada warga dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan akan dibangun proyek pasar hewan dan akan dilelang ke pihak ketiga, karena angggaran untuk pembangunan proyek pasar hewan lebih diangka 200 juta sehingga harus dilakukan pelelangan terbuka yang akan dilakukan oleh Tim TPK desa.
“Namun pada kenyataanya, untuk menentukan pelaksana proyek pasar hewan tersebut tidak dilakukan secara lelang terbuka karena pak Kades melakukan penunjukan langsung (Juksung).” Tuturnya.
“Kami disini sebagai warga, hanya ingin tau dasar nya seperti apa… Imbuhnya.
Oleh karena itu, ia menilai dalam hal ini
seakan-akan ada yang ditutupi. Bahkan
katanya, lembaga desa juga tidak tahu.
Menurut warga lainnya, soal tak adanya papan informasi proyek, katanya pada awal kegiatan ada. Tapi entah kenapa diambil kembali oleh pihak pemerintah desa dan hingga kini belum dipasang lagi.
Ditanya terkait papan informasi proyek, salah satu pekerja menyebut, “Silahkan aja tanya ke pak Kuwu”
Kepala Desa Darmalarang, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, hanya menjawab, “maaf ada tamu nanti akan saya hubungi lagi pak”
Sementara itu, Sekretaris Desa saat dihubungi via telepon WhtsApp, yang menjawab istrinya.
“Maaf pak bapaknya lagi sakit silakan aja tanya ke bapak Kuwu,” Singkatnya.
Ketua BPD Desa Darmalarang saat ditanya terkait pembangunan pasar hewan mengaku kurang mengetahui jumlah anggaran yang dipergunakan untuk membangun pasar hewan diblok Darma mulya itu.
“Menurut sepengetahuan saya betul pemerintah desa dengan membangun pasar hewan di blok Darma mulya. Adapun anggaran dan yang lainnya saya tidak tau pak silakan aja tanya ke pak kades, dan maaf pak saya tidak tahu dan saya lagi sibuk,” kata Ketua BPD, melalui WhatsApp, Kamis (4/5/2023)
Terkait hal ini, Dedi, Camat Banjaran mengaku bahwa pihaknya mengetahui adanya rencana pembangunan proyek pasar hewan tersebut dan menurutnya tidak ada permasalahan.
Terkait adanya lelang dan harus terbuka, menurut kami silahkan kalau itu prosedurnya ditempuh,” katanya melalui sambungan WhatsApp, Kamis (4/5/2023)
Sementara, soal tak adanya papan informasi proyek, katanya akan segera di cek ke lokasi dan berharap pihak pemerintahan Desa Darmalarang segera melakukan musyawarah agar kedepannya lebih kondusif. (Red/Key)
















