Pimpinan LSM Jembar Yayun Ajukan Tiga Usulan, Bupati : Siap Dirapatkan dan Koordinasi

Blora ll buserindonews.com – Pemerintah Kabupaten Blora menggelar acara Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) RPJPD 2025-2045 dan RKPD 2025 Kabupaten Blora dilaksanakan di Graha Oktana PEM Akamigas Cepu, Kamis 28 Maret 2024.

Dalam Proses penyusunan perencanaan pembangunan hingga Musrenbang memuat masukan dari berbagai pihak. Salah satunya dari usulan masyarakat.

Terkait hal itu, saat sesi proses tanya jawab dan dialog yang digelar di ujung kegiatan Musrenbang tersebut, Pimpinan LSM Jembar Yayun, memberikan tiga masukan atau usulan kepada Bupati Blora untuk menyusun rencana kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Blora.

Tiga Permintaan tersebut antara lain : Satu, meminta Bupati Blora turun ke Pasar-Pasar rakyat, salah satunya ke pasar Ngawen yang terbakar, dan Pasar Sido Makmur untuk mendengarkan keluhan mereka dan memahami situasi ekonomi rakyat secara langsung.

“Selama bapak Bupati menjabat 3 tahun berjalan ini, saya kira untuk masuk ke pasar-pasar masih kurang. Saya mohon untuk tahun ini Bapak Arief untuk segera turun mengunjungi pasar-pasar yang ada di Blora, biar tahu persis bapak bupati “Piye Leh ekonominya masyarakat gonku Ning Bloro,” ucap Yayun.

Atas usulan itu Bupati Arief meresponnya, “Terimakasih Mbah yayun atas sarannya, untuk penataan pasar, jadi kita mohon doanya kemaren kita sudah rapatkan dengan pak Sekda dan jajaran. Terkait pembangunan pasar yang ada di Ngawen ini, kita sedang usulkan ke kementerian PU untuk segera dibangun, agar perekonomian di Ngawen tumbuh kembali. Dan Juga kaitannya dengan Pasar Sido Makmur, rencananya tahun ini ada anggaran lagi dari pemerintah pusat, untuk pembangunan melengkapi yang ada di Sido Makmur. Termasuk penataan parkirnya dari Dinas yang minta untuk ditata, Saran Mbah yayun untuk jadwal ke pasar-pasar akan kita jadwalkan, agar kita tahu bagaimana, masukan dari pedagang ini, pasar-pasar di kabupaten Blora ini bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar.” Terangnya.

Usulan yang ke dua, dari LSM Jembar meminta Bupati Blora untuk melihat langsung kondisi desa Plantungan dan sekitar, dimana ada potensi ekonomi besar yang butuh dibantu oleh Bupati. “Menurut kami itu bukan pengeboran minyak, tapi pengeboran cari air karena kedalaman kurang dari 100 tapi limbah yang keluar itu air yang keruh, dan ternyata bernilai ekonomi, dalam satu bulan pemasukan untuk BUMDES 1,6 miliyar. Hasil dari penjualan air keruh. Saya mohon semua pihak terkait, monggo pak Bupati tindak kesana. Bagaimana nanti pemecahannya, saya yakin Pak Bupati lobby nya luar biasa ke pusat, pasti bisa mencari jalan keluarnya,” beber Yayun.

Usulan yang ke tiga, meminta kepada Bupati untuk penyediaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk melengkapi pembangunan jalan yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemkab Blora, dengan alasan jalan mulus kurang penerangan juga sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

Atas Usulan yang ke dua itu, Bupati Arief Rohman langsung memberikan tanggapan, pihaknya akan segera merapatkan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Masukan dalam sektor migas, ini dalam konsen Kita, Kita segera akan rapatkan dengan Pertamina dan SKK Migas, karena terkait dengan Randugunting dan juga terkait dengan persoalan Plantungan, ini sudah menjadi perhatian dari Pertamina. Kita sedang menyusun waktu untuk bisa berkoordinasi tentang hal tersebut, jadi terimakasih masukannya dari mas Roy dan mbah Yayun. Soal potensi minyak yang ada di Plantungan ini.” Ucap Bupati.

Tambah bupati Arief menjelaskan Potensi minyak yang ada di Plantungan ini, tentunya kita masukan soal pengelolaan di BUMDES dan sebagainya ini, dengan sesuai regulasi yang ada memang, yang boleh mengelola baru BUMD dan Koperasi, “Terkait dengan BUMDES ini nanti, revisi tentang aturan Permen ini, coba kita akan konsulkan ke Dirjen juga.” Tambahnya.

Terpisah Ketua DPRD Blora H. Dasum juga ikut menanggapi Potensi Plantungan terkait usulan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Blora.

“Terimakasih mas Roy dan Mbah yayun, untuk masalah minyak yang ada di Plantungan, kemaren saya juga dapat informasi, tadi Bapak Bupati sudah ngendiko bahwasannya nanti akan di koordinasikan karena apa, itu lumayan Bapak Bupati, info dari bawah itu hasilnya sampai segitu coba dikomunikasikan, sehingga itu nanti bisa bermanfaat untuk masyarakat yang ada disitu, maupun masyarakat yang ada di Kabupaten Blora. Karena tidak hanya satu titik itu saja, mungkin di wilayah-wilayah lain juga ada seperti itu,” tutup Dasum.

Atas masukan/usulan yang ke tiga, Bupati Arief juga memberikan tanggapan. Pihaknya meminta agar dinas terkait menganggarkan pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk jalan kabupaten, utamanya jalan poros kabupaten penghubung kecamatan.

“Kami sepakat, memang penerangan jalan juga perlu. Setelah jalan dibangun, sebaiknya penerangan jalannya ditata. Tolong dinas terkait untuk menganggarkan. Agar jalannya saat malam terang, meminimalisir gangguan kejahatan dan nyaman,” pungkas Bupati.

(Angga)

Tinggalkan Balasan