Proyek Pemasangan U-ditch di Jln KH. Muchtar Thabrani Kota Bekasi, Amburadul : Tokoh Pemuda Pertanyakan Kemana Pengawas dan Konsultan !?

Buserindonews.com

KOTA BEKASI, Buser Indonesia ||Pekerjaan u-ditch dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) di Jalan KH. Muchtar Thabrani RT003-001 Kelurahan Margamulya hingga Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi diduga amburadul dan syarat kecurangan dalam pengerjaan, tampak kurangnya pengawasan proyek tersebut. Hal ini dikatakan tokoh pemuda Bekasi Utara Indra Gunawan. Rabu (3/12/2025).

 

Proyek peningkatan pekerjaan saluran irigasi yang dimulai dari RW002/003 Margamulya yang menelan anggaran Rp185.809.000 dikerjakan oleh CV. Gio Sumber Niaga. Gunawan pun mempertanyakan pekerjaaan saluran irigasi tersebut terkesan adanya pembiaran.

 

Hasil penelusuran Gunawan terhadap proyek tersebut, banyaknya pekerjaan yang dikerjakan diduga asal jadi, mulai dari pemasanan u-ditch hingga tidak adanya pengerukan lumpur. Dirinya pun menanyakan pengawas dari Dinas BMSDA dan Konsultan lapangan proyek.

 

“Kemana pengawas dan konsultan lapangan proyek, masa pekerjaan dikerjain asal jadi begini, pemasangan U-ditch dilongkap-longkapin, u-ditch ada beberapa spek masih menggunakan yang lama, lumpurnya gak diangkat, amburadul proyeknya,” kata Guns sapaan akrabnya.

 

Proyek yang berasal dari APBD Kota Bekasi tersebut, harusnya dikerjakan dengan profesional dan terkoneksi dengan baik, agar air dapat mengalir dengan lancar dan tidak luber di saat hujan.

 

“Kemana pengawasan?, ini mah tidur pengawas, kerjaan begini asal jadi saja dibiarkan. Coba lihat langsung dilapangan, apa dibenarkan pekerjaan saluran irigasi masih bikin mampet jalannya air, ini uang rakyat pajak rakyat, bukan duit pejabat,” Ucapnya.

 

Dirinya menduga pejabat pengawas dan konsultan tidur tidak kelapangan, dirinya pun meminta pejabat terkait untuk meninjau kembali proyek tersebut, agar tidak membiarkan adanya pekerjaan amburadul.

“Kalau bukan tidur apa?, klo mereka-mereka semua ada dilapangan, proyek peningkatan saluran irigasi gak mungkin begini. Makan gaji buta mereka semua yang dilapangan,” tukasnya.(Boby/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *