Aceh || buserindonews.com – Ada Puluhan Mahasiswa tergabung dalam GPS Rameune (Golongan Peduli Sosial Lingkungan Rameune) menggelar aksi di depan PT. Prima Bara Mahadana (PBM), Nagan Raya, pada Kamis, 27 Januari 2022.
Koorninator lapangan (korlap), Said Al Alem, mengatakan dengan tegas aksi itu dilakukan karena PT. PBM diduga telah merusak bibir Pantai Suak Puntong. Sehingga lingkungan setempat tercemar.
Tuturnya (korlab)
“Aksi kami pada hari ini adalah untuk mempertanyakan kepada penegakan hukum keseriusannya paska pihak DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Nagan Raya melakukan penyegelan.
Namun Parahnya kata dia, meskipun sudah disegel oleh DLH kabupaten, PT PBM tetap saja beroperasi. Padahal, pada 19 September 2021, DLH Nagan Raya, pernah melakukan inspeksi dan menyegel perusahaan tersebut.
Ujarnya (GPS)
dalam bentuk aspirasi oleh karena itu, Kami meminta dan berharap kepada penegak hukum agar serius dalam menindak tegas terhadap PT. PBM. “Apalagi diduga dari awal area tersebut dipergunakan untuk membangun pelabuhan dan penumpukan batu bara milik PT PBM,” tutupnya
( Idha huddin/Kontributor )
















