BEKASI, Buser Indonesia || – Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Segarajaya Lestari berkolaborasi dengan PT. Tripatra Engineers and Contructors, adakan giat penanaman 2200 mangrove di Musium Mangrove Tarumajaya, sungai Kraton, Kp. Sungai Niri Desa Samudra jaya Kec. Tarumajaya Kab. Bekasi, (area wilayah kawasan hutan ujungKrawang-red), Sabtu (22/2).
“Alhamdulillah, Kami dari pemdes Samudrajaya memberikan apresiasi dengan adanya kegiatan penanaman mangrove bersama PT. Tripatra dan bang Samsuri penggiat lingkungan di wilayah desa Kami,” Kata Jajat Sudrajat Pj Kades Samudrajaya.
“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berlanjut, untuk menjaga lingkungan dan yang peduli dengan pantai yang ada di Tarumajaya, Semoga menjadi manfaat buat masyarakat pesisir dan nelayan sekitar Tarumajaya,” tandasnya.
Turut hadir dalam giat penanaman mangrove 2200 pohon yang di inisiasi oleh LMDH Segarajaya lestari bersama PT.Tripatra di kawasan Museum Mangrove Tarumajaya yaitu, Jajat Sudrajat PJ.Kades Samudra Jaya, Site Manajer PT. Tripatra Engineers and Contructors dan sejumlah tim CSR, Perwakilan Marunda Center, Pimpinan Manajemen PT Shell, Bimaspol dan Babinsa desa Samudrajaya, Kepala CDK 1 Jabar, Edi Sumardi Asper Ujung Karawang, Usep Mahpudin KRPH Pondok Tengah, Luthfi Hamdani Kepala UPTD PPI Pal jaya, Samsuri Ketua LMDH Segarajaya Lestari, Amini Niti Ketua L-MPLI mitra KLH, Engkong Dikin Tokoh masyarakat/Penggiat Mangrove dan Sejumlah masyarakat nelayan pesisir.
“Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Tripatra, Tujuan penanaman mangrove Mendukung upaya pemerintah mengurangi emisi karbon, Melestarikan lingkungan, Mitigasi perubahan iklim, Cegah abrasi,” Kata Leo Manajemen PT Tripatra Engineers and Contructors dalam sambutannya di lokasi Museum mangrove Aliran sungai Niri Samudra Jaya.
Manajemen PT. Tripatra mengatakan, Penanaman Mangrove menjadi peran penting dalam penyerapan dan penyimpanan karbon oleh ekosistem laut, Selain penanaman mangrove, di Tarumajaya, PT. Tripatra juga telah melakukan penanaman di sejumlah wilayah, baik pohon buah, pohon penghijauan maupun pohon mangrove.
“Tripatra terus memperkuat komitmen untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan perubahan iklim dan pelestarian lingkungan,” ujar Leo Site Manajer Tripatra.
Samsuri Ketua LMDH Segarajaya Lestari saat dilokasi museum mangrove menyampaikan ucapan terimakasih kepada Site Manajer PT Tripatra dan Tim yang telah berkontribusi, dengan penanaman 2200 pohon mangrove di area wisata edukasi musium mangrove Tarumajaya.
“Konsep awal tempat ini dibantu oleh PT. PJB UP Muara Tawar (atau saat ini PT. PLN Nusantara Power/UP Muara Tawar-red) di desain Musium, dengan harapan nantinya lokasi ini menjadi tujuan wisata edukasi musium mangrove Tarumajaya, sebagai pengenalan bagi anak-anak sekolah, agar mereka dapat melihat langsung cara penanaman, perawatan dan menumbuhkan rasa cinta dengan lingkungan,” Kata Samsuri Ketua LMDH Segarajaya Lestari.
Dikatakan Samsuri, kondisinya Musium mangrove seperti saat ini, kita ingin langsung jadi, semoga kedepannya nanti ada dari Marunda Center dan lainnya, semoga tempat ini menjadi manfaat, sebagai mana yang telah disampaikan dan diskusi panjang ke KLH terkait lomba menanam dan jambore hijau.
“Nantinya di lokasi Musium ini, Ada 17 jenis mangrove yang ada di sekitaran Tarumajaya sampai Muara Gembong, akan di tanam lengkap dengan nama latinnya, lokasi musium ini akan dilengkapi dengan trek jembatan dan akan dibuatkan spot-spot, dan selanjutnya akan disosialisasikan ke sekolah-sekolah yang ada di Tarumajaya khususnya,” jelasnya.
Sementara itu, Edi Sumardi Asper perhutani Ujungkrawang, menyambut baik adanya penanaman mangrove yang bekerja sama dengan LMDH Segarajaya Lestari di harapkan dapat menjadi kesejahteraan masyarakat sekitar dan menahan abrasi.
“Lokasi penanaman mangrove bersama LMDH sudah kerjasama dengan Perhutani dengan luas untuk wilayah Tarumajaya +- 145 Ha (Segarajaya dan Samudrajaya) masuk Petak 34 Sembilangan,” Kata Edi Sumardi Asper perhutani UjungKrawang di sekretariat LMDH Segarajaya Lestari.
Lanjutnya, Untuk KRPH Pondok Tengah yang meliputi 4 kecamatan, (Tarumajaya, Babelan, Cabang Bungin dan Muara gembong).
“Untuk wilayah kawasan hutan di kecamatan Babelan ada di Hurip Jaya kurang lebih sekitar 300 Ha, Muara gembong (Desa Jaya sakti dan Pantai Harapan jaya), Cabang Bungin (Lenggah Sari kurang lebih sekitar 75 Ha),”pungkasnya.
(red)
















