Sarjano Tiga Periode Jabat Ketua PBSI Beltim

  • Bagikan

Beltim || buserindonews – Sekretaris Umum Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Johan Daniel melantik dan mengukuhkan Ketua dan Pengurus PBSI Kabupaten Belitung Timur periode masa jabatan 2021 – 2025 di Café Vega Manggar, Selasa (21/12/21).

 Ketua Umum Pengurus PBSI Kabupaten Beltim 2021 – 2025 kembali resmi dijabat oleh Sarjano. Pelantikan ini merupakan periode ke 3, Sarjano menjadi Ketua PBSI Kabupaten Beltim.

Staf Ahli Bupati Beltim Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik itu sudah menjabat sebagai Ketua PBSI Kabupaten Beltim sejak 2008 lalu. Meski prestasi atlet PBSI Beltim belum terlalu mencolok, namun sejak masa kepemimpinannya Klub-Klub Bulutangkis berkembang luas di Kabupaten Beltim.

  “Saat ini kita sudah memiliki 16 klub Bulutangkis di seluruh Beltim. Ini menandakan masyarakat sudah banyak yang menerima dan mencintai Bulutangkis,” ujar Sarjano.

Menurutnya pembinaan atlet terutama menumbuhkembangkan mental juara atlet menjadi fokus utama PBSI Beltim untuk mendongkak prestasi atlet. Atlet-atlet PBSI harus ikut dikirim keluar daerah.

 “Ke depannya pembinaan atlet itu sudah menuju kepada sport science. Atlet-atlet kita ini didorong untuk ikut magang, karena jika di klub-klub yang sudah mapan tingkat komptensinya itu sudah berjalan dengan baik dan mereka akan teratur dalam ikut setiap kejuaraan,” kata Sarjano.

 Terkait persiapan PBSI Beltim dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI di Bangka Barat 2023 mendatang, Sarjano menyatakan hingga saat ini belum ada kepastian jika Bulutangkis akan dipertandingkan dalam Porprov. Namun PBSI melalui KONI Beltim dan KONI Kabupaten/ Kota lainya akan mendorong penyelenggara untuk mempertandingkan Bulutangkis dalam Porprov.“

Kalau jadi dipertandingkan di Porpov, kita akan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Kalau melihat atlet-atlet kita ini potensial, tinggal pembinaan lebih lanjutnya, terutama di mental juaranya,” ucap Sarjano. arus Sering Tanding Ke Tingkat Yang Lebih Tinggi

  Wakil Ketua KONI Beltim Siswandi mengatakan KONI Beltim memberikan kesempatan dan peluang yang seluasnya bagi Pengkab Cabor untuk mengembangkan organisasinya. Mulai dari rekrutmen, pengelolaan sumber dana, pembinaan dan kesejahteraan atlet.

  “Kami berharap agar seluruh cabor KONI Beltim mampu mencari peluang dalam mengembangkan dan membina organisasi masing-masing. Ini agar jadi perhatian sehingga mampu mendongkrak prestasi atlet,” saat memberikan sambutan di acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PBSI Beltim di Café Vega Manggar, Selasa (21/12/21).

 Siswandi menyayangkan minimnya cabor yang memanfaatkan siswa-siswi dalam pembinaan atetnya. Padahal di Kabupaten Beltim komunikasi dengan guru olahraga dan pihak sekolah cenderung sangat mudah dan mendukung pretasi siswa di bidang olahraga.

Bukankan prestasi seorang anak tidak hanya di bidang akademis saja. Kita berharap pengurus cabor bisa memanfaatkan bibit atlet yang ada di lingkungan sekolah, mengingat banyak siswa kita yang punya potensi,” harap Siswandi.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov PBSI Kepulauan Bangka Belitung Johan Daniel meminta agar pengurus PBSI Kabupaten Beltim yang baru dilantik dapat segera melakukan perbaikan dan strategi untuk meningkatkan pretasi atlet bulutangkis di Kabupaten Beltim.

“PBSI Beltim gak usah ragu lagi, fokus saja. Apalagi sudah didukung KONI Beltim,” kata Johan.

Diakuinya prestasi Bulutangkis atlet Beltim di Provinsi Babel masih minim.  Dominasi Bulutangkis masih dikuasi oleh atlet-atlet dari Pangkalpinang, Bangka Selatan dan Bangka.

Kalau yang saya amati dari Pertandingan Gubernur Cup, Babel Sport Game dan Kerjurprov, PBSI Pangkalpinang yang pesat kemajuannya, disusul oleh Bangka Selatan dan Bangka,” ungkap Johan.

Minimnya prestasi itu menurut Johan lantaran kurangnya pengiriman atlet bulutangkis untuk berkompetisi diajang-ajang yang lebih tinggi. Selama ini kebanyakan atlet bulutangkis hanya bertanding di dalam daerah.

“Mesti go higher, jangan main tanding di kelas Kabupaten saja. Karena pengalaman dan mental tanding itu harus kita dapatkan dari ajang yang lebih tinggi,” kata Johan. ( Suryadi/Geri )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Buser Indonesia