Stok Minyak Goreng Habis Terjual Para Ibu Ibu Kecewa Saat Lakukan Antre

  • Bagikan

Bangka || Buserindonesw.com – Kegiatan Operasi Pasar yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Babel di Polsek Sungailiat membuat kecewa sebagai kecil masyarakat khususnya para emak-emak yang telah mengantre pembelian minyak goreng akhirnya hanya gigit jari lantaran stok yang disiapkan telah habis terjual, Senin (21/03/2022)

Hal tersebut, dikemukakan oleh para emak-emak yang ditemui saat antre minyak goreng, sebut saja Mirna (43) saat dikonfirmasi menuturkan, bahwa dirinya telah mengantre untuk mendapatkan minyak goreng dalam kegiatan operasi pasar yang dilakukan oleh Disperindag Babel ,Tapi nyatanya setelah diketahui dari pegawai Disperindag bahwa stok minyak goreng telah habis terjual.

“Saya tau ada operasi pasar ini dari tetangga saya, makanya pada hari ini saya coba ikut antre siapa tau dapat minyak goreng. Kebetulan di rumah stok tidak ada lagi,Tapi setelah tau info, dari petugas Disperindag bahwa stok yang, dipersiapkan telah habis terjual, terus terang kecewa juga sih,” terang Mirna.

Sementara itu, Kabid Pengendalian
Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Provinsi Babel, Fajri saat dikonfirmasi langsung terkait operasi pasar murah yang dilaksanakan di Polsek Sungailiat, menerangkan
Kegiatan di Polsek Sungailiat hari ini dalam rangka operasi pasar murah yang mana dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi Babel kerjasama dengan Kabupaten dan juga Distributor di Bangka Belitung ini.

“Kegiatan ini yang mana kita dilaksanakan dalam rangka menyambut hari besar keagamaan nasional. Jadi ini bukan hanya dilakukan di Kabupaten Bangka, tapi besok di Kota Pangkalpinang, besok lusa di Bangka Selatan, dan besoknya lagi Belitung dan Belitung Timur,” terang Fajri.

Ia menuturkan, hari ini ada Bulog yang hadir, ada H. Awi untuk bahan pokok, ada PT, Rantai Emas untuk beras, ada PT Menara Nusantara Persada untuk minyak goreng, ada juga fiesta untuk nugget, makanan siap saji yang bergabung dalam kegiatan ini.

” Yang menjadi perhatian saat ini oleh masyarakat itu tentunya pasti minyak goreng. Hari ini disiapkan langsung oleh distributor. Harga kemasan satu liter itu Rp 23.000, untuk harga yang 2 liter Rp 46.000. Kita siapkan sebanyak (3) ton,” jelasnya.

Ia melanjutkan, jadi dalam hal ini pihaknya meminta maaf kepada masyarakat, memang saat ini baru bisa bersama para distributor untuk menyiapkan sebatas itu (jumlahnya). Berbagi juga dengan masyarakat di Kabupaten lainnya, Ada perbedaan dari kemasan satu liter dan (2) liter.

“Kalau minyak goreng untuk besaran jumlah stoknya yang tersedia di Bangka Belitung hingga saat ini pastinya kita tidak tahu, yang tau pihak distributor. Sekarang kita sudah berupaya semaksimal mungkin, tadinya kebutuhan normal di masyarakat dalam sebulan itu sekitar 1.200-1.500 dus di kali liter, sekarang sudah kita ditambah lagi volumenya tapi masih kurang,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa untuk meminimalisir ada kecurangan yang dilakukan oleh warga masyarakat, pada saat antrean, bagi yang telah dapat minyak goreng akan celupkan jari tangannya memakai tinta yang telah di persiapkan. Untuk mengetahui siapa yang telah dapat dan yang belum dapat minyak goreng tersebut.

“Kita sudah membicarakan dengan Disperindag Bangka, jadi pihak Disperindag Bangka menyiapkan tinta. Tinta itu bisa hilang sekitar 4-5 hari, Jadi bagi peserta antrian yang sudah mendapatkan minyak, dia harus mencelupkan jarinya seperti Pilkada,Tadi juga ada yang mau curang, tetapi panitia melihat jarinya sudah ada tinta, jadi tidak bisa,” Kata Fajri.

Di tempat yang sama, Kapolsek Sungailiat, Akp Rene Zakharia saat diminta tanggapannya terkait operasi pasar di kantornya mengungkapkan bahwa pihaknya siap membantu untuk dapat mengamankan antrean warga yang akan membeli minyak goreng.

“Anggota Polsek Sungailiat selalu siap apabila diminta dalam hal pengamanan antrean warga yang ingin mendapatkan minyak goreng. Dari tadi pagi anggota kita sudah bertugas mengamankan antrean dalam kegiatan operasi pasar yang digelar Disperindag Babel,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seharusnya pihak panitia pelaksana dalam hal ini Disperindag Babel, semestinya melakukan koordinasi langsung dengan pihak Polsek kalau mau laksanakan kegiatan operasi pasar. Dirinya mengetahui adanya operasi pasar di kantornya pada hari ini justru pemberitahuan dari pihak Polres, Bangka sebelumnya.

“Saya sedikit menyayangkan kepada pihak penyelenggara terkait operasi pasar ini, Kita mendapatkan pemberitahuan kegiatan ini dari Polres Bangka. Tapi dari panitia pelaksana tidak langsung mengkonfirmasi ke kita di Polsek Sungailiat, harusnya ada pemberitahuan langsung kepada kita,” tuturnya (Imron)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Buser Indonesia