Daerah  

Waspada Website Palsu, Ketua DPRD Blora Imbau Masyarakat Cermat Terima Informasi

Blora || Buserindonews.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora, Mustopa, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap beredarnya website palsu yang mengatasnamakan DPRD Kabupaten Blora.

Website tersebut diketahui menampilkan identitas lembaga DPRD secara tidak resmi dan berpotensi menyesatkan masyarakat dengan informasi yang tidak sesuai fakta.

“Website itu dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan tertentu. Kami minta masyarakat tidak mempercayai isi dari situs tersebut,” tegas Mustopa, Kamis (6/11/2025).

Meski hingga kini belum ada laporan kerugian langsung, Mustopa menilai penyebaran informasi palsu di internet dapat berdampak buruk terhadap citra lembaga dan menimbulkan kebingungan publik.

Untuk menindaklanjuti hal ini, pihak pengelola media DPRD Kabupaten Blora telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora. Langkah ini dilakukan guna melaporkan keberadaan situs palsu tersebut kepada pengelola domain Indonesia agar segera ditindak dan dihapus.

“Langkah ini kami tempuh agar situs palsu itu bisa segera dihapus. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mencegah hal serupa terjadi lagi,” tambahnya.

Sebagai bentuk klarifikasi, Ketua DPRD Blora menegaskan bahwa lembaganya hanya memiliki satu situs resmi yang dapat diakses oleh masyarakat, yakni melalui alamat setwan.blorakab.go.id.

Selain itu, DPRD Kabupaten Blora juga memiliki dua akun Instagram resmi, yaitu @humasprotokoldprdblora dan @setwanblora, yang digunakan untuk menyampaikan informasi serta publikasi kegiatan lembaga secara terbuka dan transparan.

Mustopa berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima informasi di dunia maya. Ia juga mengimbau agar warga selalu memverifikasi sumber berita dan tidak mudah terprovokasi oleh situs atau akun yang tidak jelas asal-usulnya.

“Bijaklah dalam bermedia digital. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi agar tidak menjadi korban hoaks atau manipulasi informasi,” pungkasnya.

(Angga)

Tinggalkan Balasan