Daerah  

Miris Janda Tua di Ciamis Tidak Terdata Sebagai KPM Bansos

Ciamis || buserindonews.com -Desa Mekarmulya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis Berdasarkan keterangan salah satu warga atau tomas setempat bahwa desa tersebut merupakan penerima Bantuan Sosial Tunai terbanyak se- Kabupaten Ciamis pada tahun 2020-2021, akan tetapi masih terdapat wanita janda tua yang belum pernah menerima bantuan sama sekali, sedangkan hidupnya sehari-hari hanya bekerja serabutan dan tinggal di rumah yang bisa dikatakan kurang layak.

Mirisnya janda tua tersebut adalah Mimin dan Imoh yang berusia kurang lebih hampir 80 tahun sedangkan dengan banyaknya bantuan sosial yang dibagikan oleh pemerintah dari mulai PKH, BPNT, Sapa warga, dan BLT DD janda tersebut belum pernah terdata dan mendapatkan bantuan, sedangkan ada warga masyarakat desa mekarmulya yang bisa dikategorikan orang mampu karena menyandang gelar “Haji” punya mobil mewah dan bisa menyumbang bangunan mushola yang mendapatkan bantuan, hal ini sebetulnya tidak harus terjadi karena yang bertugas mendata da memvalidasi data yang layak untuk dikategorikan layak menerima bansos dan tidaknya ada di lingkup pemerintah Desa Mekarmulya itu sendiri, hal ini trntunya sangat disayangkan.Senin, (07/03/2022).

Mimin mengatakan, “abi mah a (saya) pernah kebagian bpnt juga ga jelas cuma beberapa kali doang, kesininya ditanyakan kok katanya udah ga kebagi, yang kasian bangetmah a nenek Imoh udah lansia baru ditinggal suaminya dan belum pernah mendapatkan bansos sama sekali, tapi baturmah yang punya motor sama mobil kok bisa kebagi terus.” tuturnya.

Mimin berharap pemerintah Desa Mekarmulya khususnya bisa adil dalam pendataan masyarakat yang memang perlu untuk dibantu dan masyarakat mana yang belum perlu untuk dibantu, apalagi dengan banyaknya bantuan sosial saat ini yang ada di desa-desa, dan pemerintah sudah seharusnya berlaku dan berikap adil terhadap warga masyarakatnya.

“Ya abi berharap bisa kebantu lah a, apalagi udah bela belain bikin foto copy ktp jauh-jauh karna harus mengasihkan foto copy an ktp itu ke desa, sebetulnya saya sakit hati a sebelunya juga anak saya bikin surat menyurat perpindahan ktp ke cisaga ko harus bayar sampe ratusan ribu ke perangkat desa, dan ini yang dapet bansos rata-rata kok orang yang mampu .” katanya.

Hal senanda dibenarkan Ape aktivis pemerhati sosial politik, ia mengatakan bahwa memang benar Mimin dan Imoh itu belum terdata di bantuan sosial, dan sangat disayangkan pemerintah desa mekarmulya saat ini tidak ada di pihak masyarakat yang betul-betul membutuhkan.

“ia memang benar Mimin dan Imoh itu belum kebagi bansos, sedangkan ada haji yang dikatakan haji juga kan orang yang mampu ko bisa dapat bansos, orang punya motor mobil dan sawah luas ko kebagi ini RW juga katanya kebagi sedangkan rakyatnya ko seolah olah ga di lihat, ini data kan di validasi lagi di desa masa data kemiskinan kok semerawut gini, denger denger kadesnya pernah dipanggil karna data bansos yang begitu luar biasa banyak ada di Desa Mekarmulya, ini kan tanggung jawabnya harus diperbaiki, saya pernah usulkan ke dinsos juga kan tetap dari pihak dinsos mengatakan pendataan ini mucul dari desa.”kata Ape.

Asep S

Tinggalkan Balasan