Proyek Paket 33 Tahun 2025 Di Cibogohilir Tidak Ada Perbaikan Dan Kini Jebol Kembali

Purwakarta || busetindonews.com – Hampir 2 bulan setelah pemberitan naik kemudian ditanggapi dengan sidak Wakil Bupati Purwakarta kelokasi proyek paket 33 pembangunan saluran tersier di Kp. Krajan Desa Cibogohilir Plered Purwakarta.

Namun pembangunan dilakukan oleh pihak ke-3 tidak sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan, sehingga apa yang terjadi saluran tersebut jebol kembali.

Proyek pembangunan saluran irigasi paket 33 RT.03/02 bersebelahan dengan jalan Kabupaten ini memakan anggaran sebesar Rp. 199.003,00,-( Seratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Tiga Ribu Rupiah ), N0 SPK:41/SPK/SDA/DPUTR/III/2025, Nama proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Permukaan, yang dilaksanakan oleh CV. BENJAMIN PUTRA PERTIWI.

Hasilnya bangunan tersebut sangat jelek, dari pantauan kami awak media Buser Indonesa, (rabu, 24/12/2025).

Adapun temuan yang kami dapatkan bangunan tersebut plesteran dan acianya sudah banyak yang terkelupas, ada beberapa bagian yang belah atau putus, bangunannya bergelombang, alias tidak rata/rapih. Kemudian ternyata apa yang di prediksi terjadi bangunan saluran sebelah selatan ambrol, diperkirakan ada panjang 15 m.

Diduga material pasirnya kualitasnya jelek, kadar tanahnya terlalu tinggi, ataupun pemakaian semennya tidak sesuai takaran, jenis semen bukan yang bagus sebagaimana yang seharusnya, kemudian pondasi kedalamannya kurang dari yang seharusnya, malahan kata warga setempat (E 52), irigasi tersebut belum lama, dibangun sebagian pernah rempag/jebol, dan diperbaiki, dan kini rempag kembali.

“Terjadinya 2 x jebol bangunan Proyek ini, dan yang pertama pernah diperbaiki dibagian Selatan namun 2 bulan kemudian jebol kembali,” ungkapnya.

Wakil Bupati Purwakarta pernah ke lokasi proyek menanggapi pemberitaan dari Awak Media BUSER INDONESIA di tiktok, namun belum ada tindakan nyata. Seharusnya pembangunan tersebut diperbaiki oleh pihak ke-3. Dan untuk pihak pihak yang terlibat dalam proyek ini harus bertanggung jawab serta ada konsekuensi yang diterimanya, apa kami sampaikan ini meminta pihak yudikatif baik itu inspektorat, Tipidkor, untuk menginvestigasi secara menyeluruh, dan pihak yang terlibat bertanggung jawab atas proyek yang asal asalan ini. Proyek ini menghabiskan anggaran dari APBD Purwakarta yang lumayan besar.

Dan kami red BI biro Purwakarta akan memantau keberlanjutannya atas kejadian ini. Yang jadi pertanyaan,” kenapa proyek tidak diperbaiki?. (Tim Red KA-BIRO Purwakarta).

Tinggalkan Balasan