Purwakarta || buserindonews.com – Mbah KH. Tubagus Mansur RA. Dari informasi dan sumber yang kami dapat (Alm) lahir di Karawang sekitar pertengahan abad ke -18 M wafatnnya pada tanggal 19 juli 1979, adapun salah satu istrinya yaitu: Ny. Hj. Rd Sawangsih Bin K.H.R Basyar wafatnya lebih dulu pada tanggal 03 maret 1978, makomnya di Ciserang, Plered-Purwakarta, samping Ponpes Al Manshuriyyah Pimpinan Ust.TB. Abad Badru Zaman cucu dari (Alm) K.H.TB Mansur RA. Anak paling bungsu dari H.TB. Ateng Sulaeman.
“Mbah Mansur adalah salah satu pemegang komando laskar Hizbulloh, yang didirikan KH Hasyim Asy’ari, pada saat melawan penjajah bangsa Eropa dan juga bagian dari pasukan Siliwangi dimana berjalan sampai ke Surabaya, untuk bertempur melawan tentara NiCA saat arek arek Surabaya, yang berjuang untuk kemerdekaan RI.” “Jika ada ada yang ingin mengganti landasan negara, berarti pengkhianat”. Kata Sumber K.H.R TB Fattah dalam sambutan piidatonya di Acara Haul Alm K.H. TB Mansur RA Bin K.H.TB Abdul Karim RA yag ke – 42 di Halaman Makom Keluarga Mbah Mansur RA Ciserang Plered Purwakarta.

Pada salah satu kutipan pidato KH.TB. Rd Fattah pada acara Haul Mbah K.H. TB Mansur RA ke-42 “Mbah Tubagus Mansur itu salah satu guru spiritual tokoh Proklamator,” lanjutnya.
Sambutan kutipan pidato berikutnya Sayyid Seif Alwi Ba’alawy, menyampaikan: “Mbah Tubagus Mansur itu Ulama besar, Mama Sempur juga Ulama besar, dan ulama ulama lainnya, termasuk anak anaknya, semua cinta negara ini”. Sambungnya.

Kemudian salah satu cucu dari KH.TB Mansur RA adalah KH.TB.Rd Fattah, dimana pernah ikut juga dalam perjuangan pagar betis dalam memberantas DI/TII. beliau berasal dari dua keturunan ulama besar. Ibunya adalah anak dari KH.TB Mansur RA dan bapaknya adalah anak dari Mama Rende, Syeikh KH.TB Ahmad Zakariyya.

Ulama lainnya, juga seorang pejuang yang ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI. Mama sempur (KH.TB. Ahmad Bakri RA) yang menganjurkan pemerintah RI membasmi bughot (pemberontak) DI/TII, maka santri santrinya juga diikut sertakan dalam pengepungan DI/TII.
(Sumber : Sayyid Seif Alwi Ba’alawy)
Itulah Kisah Perjuangannya. Semoga menjadikan kita tetap cinta tanah air dan selalu membela Agama, Bangsa dan Negara tercinta INDONESIA.

Kisah Perjuangan Ulama Jawa Barat ketika dahulu perang membela NKRI. Ada cerita yang disampaikan oleh salah satu anaknya, sabtu (20/11/2021) yang sekarang masih hidup yaitu H. TB Ateng Sulaeman menyampaikan pada kami bahwa “Almarhum, disamping sebagai guru ngaji, juga suka berburu dan berkuda, kalau saat akan keluar kota, beliau dari rumah naik kuda sampai Cianting Plered, kudanya langsung pulang, dan udah biasa kuda itu suka jemput beliau ke Cianting atau ke Plered tanpa ada orang lain yang membawanya.
Adapun Mbah Mansur ketika akan melanjutkan perjalannya naik kendaraan lain, diperjalanan beliau tak lepas membawa tasbe dan dimanapun selalu membaca asma asama Alloh SWT dan tongkatnya pun tak ketinggalan selalu dibawanya.
Kalau mau ada kejadian musibah ketika naik kendaraan umum diperjalanan beliau suka ngasih tau kepada penumpang lainnya, kadang para penumpang yang lain juga merasa heran dengan kemampuan kakek berjubah itu, mampu membaca keadaan yang akan terjadi, dan memang kejadiannya nyata sesuai dengan seperti apa yang dikatakannya.
Hal itu sering diungkapkan kembali oleh para tamu yang sengaja datang ke Padepokan Mbah Mansur di Ciserang Plered Purwakarta, karena kadang si penumpang tadi suka menanyakan nama dan alamat tinggal kepada beliau.
Dalam kesehariannya, beliau juga suka mengajarkan ilmu agama (ngaji), bela diri silat (Maenpo), serta menciptakan jurus jurus bela diri untuk murid muridnya.
Beliau juga sering menjajal para jawara semuanya dikalahkan sekalipun itu dari bangsa mahluk halus/iprit. Beliau takluknya hanya oleh Mama Eyang Rende, sehingga sejak saat itu dan Mama Eyang Rende jadi guru, sekaligus sahabat dan jadi besannya.
Ada kejadian dimana beliau pernah ketinggalan kereta, ketika mau pulang ke Plered, sewaktu beliau sedang melaksanakan shalat subuh bersama Ama Rende, namun entah kenapa kereta di stasiun Rende saat mau berangkat, tidak bisa bergerak, padahal rodanya berputar, ternyata inilah karomah dari Alloh SWT.
Setelah selesai dari salatnya lalu Embah Mansur naik kereta, barulah kereta itu bisa begerak.
Beliau juga semasa hidupnya banyak menolong orang yang kesusahan, banyak orang orang berdatangan sekedar agar hajatnya dikabulkan oleh Alloh SWT, dibagian lainnya dari karomahnya dan atas iradah-nya, waktu beliau sakit pernah menolong orang yang sedang dirampok oleh segerombolan penjahat, padahal orang itu belum pernah bertemu dengan yang namanya Embah Mansur, dan saudagar/orang yang yang mau dirampog tersebut pernah mendengar dari temannya yang sesama pengusaha, menceritakan bahwa ada seorang kiayi yang diberi kemampuan lebih, hanya dengan nyambatpun atas karoamahnya bisa menolong.
Suatu ketika saudagar atau orang yang mau dirampok tersebut ingat akan cerita temannya, lalu Ia minta bantuan hanya dengan menyebut nama “tolong Embah Mansur”, seketika itu pula perampoknya bertekuk lutut, karena dihadang oleh oleh orang yang berjubah putih, padahal waktu itu Embah KH.TB Mansur RA sedang sakit.
Kemudian orang yang merasa sudah ditolong itu mencari alamat keberadaan Kiayi tersebut, karena taunya Kiayi Mansur Ciserang Plered, Dia mendatangi Kiayi Mansur yang di Serang Banteun, memang ada di daerah tersebut, tapi wajahnya tidak sama dengan apa yang dilihat ketika ditolong oleh Kiayi tersebut waktu dirampog, lalu mencari lagi ke Kiayi Mansur yang ada di Plered Cirebon dan Yogyakarta, semunya bukan. Lalu sambil bertanya tanya kembali kepada setiap orang yang dijumpainnya, ada seorang pria di daerah Cirebon kalau Kiyai yang dimaksud yaitu Kiayi Mbah Mansur adanya di Ciserang Plered Purwakarta.
Dan bergegaslah orang tersebut mendatangi alamat yang dimaksud, dan ternyata benar orang yang didatangi sama persis wajahnya dengan orang yang pernah membantunya waktu di rampog ditengah perjalanan, padahal waktu itu Mbah Mansur sedang berbaring sakit.
Hal ini disampaikan oleh orang tersebut pada Embah Mansur. Dengan do’anya yang mustazab (selalu diizabah). Atas kehendak-Nya.” Jelasnya.

Walauapun dia guru ngaji, tapi putra putranya sebagian disuruh belajar ngaji dan mondok salah satunya di pesantrenkan di pondok Sempur yang guru ngajinya masih ada ikatan saudara yaitu KH.TB. Ahmad Bakri Bin K.H TB Seda.
Kemudian dari pernikahan dengan Ny H.Rd Sawangsih Bin K.H.R Basyar, mempunyai putra/putri antara lain:
- Ny Hj. Rd. Neneng Halimah, (Alm).
- K.H.R TB Muhsin (Alm), Makom di Ciserang Plered Purwakarta.
- TB. Rd Aang (Alm) Wafat diusia 11 Th, Makom di Ciserang Plered Purwakarta.
- K.H.R TB Muhammad Bahroem/Ki Uung (Alm). Makom di Ciserang Plered Purwakarta
- Ny Hj. Rd Oo Khodijah Pabuaran (Alm) Makom di Ciserang Plered Purwakarta
- K.H.R Drs.TB Ahmad Sanusi (Alm) Makom di TPU Purwakarta.
- Ny Hj. Rd Siti Saodah, tinggal di Sadang Purwakarta.
- H. TB. Ateng Sulaeman, tinggal di Ciserang Plered Purwakarta
Putra putri KH Tubagus RA Mansur bin Abdul Karim RA yang lainnya yaitu :
- K.H.R TB Abdul Rohim (Alm), Makom di Nangewer Darangdan Purwakarta
- Ny Hj. Rd Siti Juariyah/Uni, (Alm), Makom di Bojong Purwakarta.
- Ny Hj. Atikah (Alm), Karawang.
- Ny Hj. Rd Icih, (Alm), Makom Cantilan Warung Jeruk Tegalwaru Purwakarta.
Dari silsilah Nasab Syeikh KH Tubagus RA Mansur bin Abdul Karim RA. untuk lebih mengetahui Nasab Waliyulloh & Pengetahuan bagi kita untuk tahu tentang beliau
Embah KH TB. Mansur, Kiyai Sanusi Cantayan bareng Jeung Kiyai Abbas Buntet Cirebon milu perang di Surabaya ngabela NKRI. Sabab NKRI teh hasil Istikhoroh Ulama anu lila pisan. “Lain Ngan sakadar ceuk Otak tapi pidutuh ti Gusti Alloh”.
Mbah KH. Syekh Tubagus Mansur RA masih ke Dzurriyyah Rosululloh: KH.TB. Mansur RA bin KH. TB.Abdul Karim bin TB. Sayidin bin KH.TB. Bidin (Embah Embong) bin Pangeran Sake bin Sultan Ageng Tirtayasa bin Sultan Abu Ma’ali Ahmad bin Sultan Abdul Mufakhir bin Sultan Muhammad Nasrudin Sabakingking bin Sultan Maulana Yusuf bin Sultan Hasanuddin bin Maulana Syarif Hidayatullah bin Syarif Abdulloh Umdatuddin bin Imam Ali Nur Alim bin Imam Jamaluddin Akbar Husen bin Imam Ahmad Syah Jalaluddin bin Imam Abdulloh Al-’Azhomatu Khon bin Imam Abdul Malik bin Imam Alwi Amir Faqih bin Imam Shohib Murobbath bin Imam Ali Khola’Qosam bin Imam Alwi bin Imam Ubaidillah bin Imam Al Muhajir Ilalloh bin Imam Isa An-Naqib bin Imam Muhammad an-Naqib bin Imam Ali al-Uraidhi bin Imam Ja’far Shodiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husen bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidatina Fatimah Al Zahra binti Rosuulillaah SAW.
Ini adalah Silsilah KH.TB. Mansur RA. Beliau adalah keturunan ke 35 dari Baginda Rasululloh SAW.
SYAIKH KH. TUBAGUS MANSUR RA. BIN SYAIKH KH. TUBAGUS ABDUL KARIM RA. adalah keturunan ke-35 dari baginda alam Nabi Muhammad SAW. berikut ini adalah silsilah beliau:
1. Nabi Muhammad SAW
2. Sayyidah Fatimah Az-Zahra
3. Sayyidina Husain
4. Sayyidina Ali Zainal ‘Abidin
5. Sayyidina Muhammad Al Baqir
6. Sayyidina Ja’far As-Sodiq
7. Sayyid Al-Imam Ali Uradhi
8. Sayyid Muhammad An-Naqib
9. Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi
10. Sayyid Ahmad Al-Muhajir
11. Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah
12. Sayyid Alawi Awwal
13. Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah
14. Sayyid Alawi Ats-Tsani
15. Sayyid Ali Kholi’ Qosam
16. Sayyid Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)
17. Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut)
18. Sayyid Amir ‘Abdul Malik Azmatkhan (Nasrabad, India)
19. Sayyid Abdullah Azmatkhan
20. Sayyid Ahmad Shah Jalal @Ahmad Jalaludin Al-Khan
21. Sayyid Syaikh Jumadil Qubro @Jamaluddin Akbar Al-khan
22. Sayyid ‘Ali Nuruddin Al-Khan @’Ali Nurul ‘Alam
23. Sayyid ‘Umadtuddin Abdullah
24. Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati)
25. Maulana Hasanudin (Banten)
26. Maulana Yusuf
27. Maulana Muhammad Nasiruddin
28. Sultan Abdul Mafakhir
29. Sultan Abu Ma’ali Ahmad
30. Sultan Ageng Tirtayasa
31. Pangeran Sake (Raden Shoheh)
32. Tubagus Bidin/Embah Embong
33. Raden Sayidin/Asnain
34. KH. Tubagus Abdul Karim
35. Syaikh KH.Tubagus Mansur (Mbah Mansur)
Sumber : KH. Ade Syarifudin bin Muhammad Ali Hasan bin Syekh Ahmad Zakariyya (Mama Eyang Rende Ra.) *(Saepul Bahri, S.Ag)
















