PENCANANGAN VAKSIN PERTAMA DI SD NEGERI 13 MANGGAR INGINKAN PTM SEGERA BERJALAN NORMAL 100 PERSEN

Beltim || buserindonews –  Dinas Pendidikan (Dindik) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melaksanakan pencanangan vaksin pertama di SD Negeri 13 Manggar, Selasa (14/12).

Bupati Beltim mengupayakan pencanangan vaksin untuk usia 6 – 11 tahun di Kabupaten Beltim, Pemerintah Daerah akan tetap memaksimalkan apa yang menjadi instruksi dari Pemerintah Pusat dalam rangka pencegahan COVID-19.

“Harapan kita untuk orang tua agar mendukung program pemerintah ini agar kekebalan tubuh anak kita dalam rangka mencegah COVID-19 itu bisa kita optimalkan dan sekolah bisa berjalan dengan lancar dengan anak-anak kita dilaksanakannya vaksinisasi COVID-19 ini, dan Saya atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih apresiasi ditunjuknya Kabupaten Belitung Timur sebagai daerah yang telah melaksanakan pencanangan vaksin untuk usia 6 – 11 tahun”, tutur Aan.

Kepala Dinkes Muhamad Yulhaidir mengatakan bahwa data dari Dindik ada 103 SD Negeri, 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 1 Sekolah Swasta totalnya ada 105 sekolah, pencangan pertama dilaksanakan di SD Negeri 13 Manggar dengan jumlah siswa yang akan divaksin sebanyak 169 siswa.

“Untuk hari ini baru 20 orang siswa yang sudah divaksin dan akan dilanjutkan besok sebanyak 149 siswa, nanti akan dibantu tim vaksin dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan dan setelah pencanangan ini nanti akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan untuk penyusunan jadwal di sekolah-sekolah yang lain se-Kabupaten Belitung Timur dalam waktu syukur-syukur bisa mempercepat paling lama 3 bulan”, ujar Yulhaidir.

Yulhaidir menambahkan ada 118 Kabupaten/ Kota yang memang melaksanakan pencanangan pada hari ini, di Provinsi Babel ada 2 Kabupaten yang melaksanakan pencanangan pada hari ini yaitu Bangka Barat dan Belitung Timur. Sedangkan vaksin yang diberikan pada hari ini adalah Sinovac dimana melalui paguyuban sekolah akan diberitahukan.

“Vaksin hari ini yaitu usianya 6 – 11 tahun, dan kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Babel yang mengatur pendistribusian vaksin lanjutan. Mudah-mudahan berjalan dengan aman dan yang vaksin pada hari ini (14/12) memakai dosis yang sudah disesuaikan yaitu sinovac. Selanjutnya akan diberitahukan lagi kapan vaksin ke dua akan diberikan. Kami akan memantau apakah ada kasus KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) terhadap anak pasca pemberian vaksin. initinya paling penting adalah rekomendasi dari orang tua siswa”, tambah Yulhaidir diwawancarai usai pencanangan vaksin.

Pelajaran Tatap Muka (PTM) normal akan dilakukan apabila vaksin telah dilaksanakan di sekolah-sekolah. Kepala Bidang Pembinaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Andi Irawan mengatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak Dinkes Beltim karena sejauh ini proses PTM masih terbatas di sebagian sekolah yang jumlah siswanya banyak dan akan dibagi sesuai dengan jadwal yang diatur oleh masing-masing sekolah.

“Kami menyambut baik pencanangan ini dan sudah kami tunggu-tunggu karena desakan dari orang tua agar anaknya bisa belajar dengan jam normal di sekolah tapi kami belum bisa melaksanakan itu kalau vaksin belum selesai. Kami akan berkoordinasi dengan Dinkes Beltim kalau kita sudah kejar target vaksin sudah selesai nanti PTM itu akan dilaksanakan 100% itu keinginan kita semua”, ucap Andi.

“Alhamdulillah sekolah-sekolah menyambut dengan baik dan menunggu penjadwalan vaksin berikutnya, kami akan membuatkan jadwal dengan Dinkes dan tim akan berkunjung ke sekolah-sekolah ada kurang lebih 13.304 siswa nanti yang akan divaksin”, ujar Andi.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 13 Manggar Marlena mengatakan bahwa vaksin ini sangat bermanfaat dan menyambut baik pemberian vaksin ini dan di sekolah tetap menjalankan prokes 5M dan harus tetap waspada.

“Alhmadulillah kita ada kerja sama dalam pemberian vaksin ini biar cepat prosesnya karena hari ini baru 20 orang dan besok akan dilanjutkan lagi, kami juga akan menanyakan lagsung kepada orang tua lewat grup-grup yang ada di sekolah untuk mengetahui pasca pemberian vaksin ini”, kata Marlena.  Suryadi / Geri..

Tinggalkan Balasan