Majalengka || buserindonews.com – Orang Tua murid keluhkan dengan adanya dugaan pungutan ( iuran ) untuk pemberangkatan Studitour sebesar Rp.800.000 (Delapan Ratus Ribu Rupiah),tetapi nyatanya pemberangkatan tersebut tidak jadi di karenakan terhalang oleh virus corona.

Orang tua murid juga keluhkan uang yang sudah masuk di tahun 2020 sampai saat ini belum juga di kembalikan oleh pihak sekolah ,ujanya
Ironisnya iuran uang tersebut di lakukan oleh pihak sekolah MAN 3 Majalengka.
Menurut keterangan narasumber selasa malam tanggal 01/02/2022 menerangakn,”bahwa waktu anak saya kelas XI tahun 2020 di minta uang Rp.800.000 (Delapan Ratus Ribu) alasan nya untuk pemberangkatan Studitour tapi nyatanya pemberangkat tersebut tidak di lakasakan samapai saat ini.
“Ketika kami orang tua murid menanyakan uang tersebut pihak sekolah selalu alasan nanti,nanti dan nanti. Tambanya
Kami juga merasa aneh di kwitansi ditulis 750.000 tapi kami harus membayar 800.000 lanjut orang tua siswa IW malam kepada awak media.
Ketika awak media mengkonfirmasi Erman Suherman sebagai Kepala sekolah membenarkan dengan adanya iuran uang tersebut,tetapi uang itu sudah di kembalikan kepada orang tua murid masing-masing, katanya waktu maseh jaman kepala sekolah yang kemaren pungkasnya.
Sampai berita ini dimuat pihak Kabid Madrasah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat belum bisa di mintai komentar. ( Wisnu Purnomo / Key )
















