Ciamis|| Buserindonesia.com – Proses belajar mengajar dalam upaya proses mencerdaskan anak bangsa tentu nya hal kewajiban para siswa/anak sebagai generasi penerus bangsa agar tercipta nya manusia yang berguna bagi bangsa, negara dan Agama.
Namun dalam proses upaya pembelajaran pendidikan tentunya ada saja jadi ganjalan selama proses itu berjalan.
Seperti halnya siswa baik orang tua siswa yang mengeluh karena malu dengan adanya piutang ke sekolah yang belum bisa di lunasi bentuk tunggakan ke sekolah oleh orang tua/wali siswa sehingga anak merasa malu dan minder.
Seperti keluhan wali siswa SMKN 1 Kawali mengingat masa pandemi covid-19 ekonomi masyarakat yang memang susah (failit) dengan nama nya uang miris sekali masih di tekan kan dari pihak sekolah untuk sesegera membayar piutang terhadap pihak sekolah tepat nya mau menjelang ujian Seperti halnya kejadian ini terjadi di salah satu sekolah Negeri bagian ciamis utara tepat nya di sekolah SMKN 1 Kawali praktek pungutan masih terjadi dalam uji praktek pun guna pengadaan kendaraan untuk bahan percobaan uji praktek siswa di pintai anggaran sebesar Rp. 40.000/siswa
Seperti hasil investigasi awak Media Buserindonews.com selain dari pada keluhan mengenai tunggakan bahkan ada siswa kelulusan 2017 ijasah nya masih tertahan di sekolah tersebut dengan alasan yang sama belum melunasi piutang terhadap sekolah tersebut adapun tunggakan yang di maksud bekas biaya uang bangunan dan lain-lain sehingga siswa dari kelulusan SMKN 1Kawali ini susah untuk mencari kerja di karena kan ijasah tidak iya kantongi nya.
28/04/2022 tepat pukul 11.20 awak media Buserindonews.com sengaja menemui pihak sekolah untuk mengkonfirmasi permasalahan tersebut namun pihak Kepala sekolah seolah tidak ada waktu untuk menanggapi dengan alasan mau ibadah.
Adapun pihak humas ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsApp sama juga pesan dan telpon tidak di hiraukan. (Hermawan)
















