Daerah  

Festival Balon Udara Wonosobo Kembali Digelar di Tiga Kecamatan, Setelah 2 Tahun Lebih Absen

Wonosobo || Buserindonews.com – Bertepatan dengan hari libur lebaran Idul Fitri 1443H, Kabupaten Wonosobo tahun ini mulai kembali menggelar festival penerbangan balon udara tradisonal. Festival penerbangan balon udara telah menjadi tradisi turun-temurun di Kabupaten Wonosobo. Penerbangan balon udara digelar di beberapa wilayah kecamatan.

“Ada beberapa rangkaian acara khusus untuk penerbangan balon udara tradisional di Wonosobo. Yang tersebar setidaknya di Tiga kecamatan,” terang Fatonah KaBid. Promosi Pariwisata, saat dikonfirmasi, (4/5/2022).

Tiga kecamatan tersebut antara lain di Kecamatan Kalikajar, Kertek dan Wonosobo. Di Kecamatan Kalikajar acara penerbangan balon udara tradisional itu dimulai sejak hari Selasa 3 Mei hingga 6 Mei 2022 berlokasi di lapangan Desa Kembaran.

Di Kecamatan Kertek, ada dua lokasi penerbangan, di Desa Karangluhur yang dimulai sejak hari Selasa, 3 Mei hingga 5 Mei 2022. Dan di Desa Reco pada hari Rabu 4 Mei hingga 7 Mei 2022. Sementara di Kecamatan Wonosobo dilaksanakan dilokasi Lapangan SMK Muhamadiyah 1 Wonosobo pada hari Rabu 4 Mei hingga 5 Mei 2022.

“ Waktu penerbangan Balon sendiri dilakukan pada pagi hari, mulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB,” jelasnya.

Ia mengaku jika saat ini penerbangan balon udara tradisional di Wonosobo memang sudah diperbolehkan. Dengan syarat seluruh balon yang akan diterbangkan itu harus sudah dalam posisi ditambatkan. Sehingga balon dapat ditarik kembali ke lokasi penerbangan awal, tidak di lepas.

“Karena jika tidak ditambatkan balon akan terbang liar. Dan dikhawatirkan bisa mengganggu aktifitas penerbangan pesawat yang tengah melintas diatasnya,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengakui jika dalam beberapa tahun terakhir festival balon sempat dilarang. Selain adanya pandemi Covid-19 juga karena masih banyak balon udara yang diterbangkan secara liar. Sehingga pihak Airnav bersama Pemkab terus melakukan sosialisasi agar penerbangan balon ini bisa dilakukan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

“ Karena ini sudah menjadi tradisi di Wonosobo, dimana setiap awal bulan syawal pasti akan ada acara penerbangan balon udara berukuran besar,” terangnya.

Di sisi pariwisata sendiri, dirinya berharap jika dengan adanya tradisi penerbangan balon tradisional ini akan berdampak pada jumlah wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo. Dengan mengawalinya pada gelaran festival balon udara yang dilakukan di beberapa tempat tersebut. ( Rudolf )

Tinggalkan Balasan