Majalengka || buserindonews.com -Pemerintah terus mengucurkan bantuan kepada para kelompok tani tembakau, tujuan pemerintah memberi bantuan seperti mesin dan uang agar para petani bisa mudah mengelola dari hasil taninya.
Tapi sayang di balik bantuan tersebut yang turun secara gratis masih saja ada oknum yang memanfaatkan keadaan diduga sering di pungut biaya dengan dalih untuk nebus mesin bantuan dan acara rapat.
Contohnya seperti kelompok tani yang ada Di Desa Babakansari Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka, diduga ketua kelompok sering melakukan pungli kepada anggotanya.
Menurut anggota kelompok tani tembakau yang minta namanya tidak disebutkan mengatakan,” ya Alhamdulillah di dua tahun ini bantuan dari pemerintah terus mengalir, kami merasa terbantu dengan adanya bantuan ini pa, tapi saya masih tandanya apakah bantuan ini secara gratis apa gimana, soalnya pa Tarja ketua kelompok tembakau sering minta uang buat ini itu lah, kami tidak keberatan asal jelas pa, yang namanya pengajuan mungkin make uang.
“Kemarin ada pembangunan dari program padat karya yang di kelola secara swadaya di pegang langsung oleh kepala desa, tetapi sama sekali para anggota kelompok tani tembakau tidak di libatkan.Pungkasnya 15/12/2022
Saat dikonfirmasi Tarja sebagai ketua kelompok tembakau yang ada di wilayah Bantarujeg dan sebagainya mengatakan,” gini pa yang namanya dari petani kami tidak minta, itu hanya uang ka Dedeh dari Meraka, saya tidak pernah minta, mungkin mereka ada inget nya juga sama saya, yang selama ini saya ke sana kemari untuk mendapat bantuan tersebut pa.
” Sudah dua tahun kami selalu di bantu langsung oleh pemerintah yang jumlah milyaran rupiah, Mohon maaf pa saya lagi sakit alangkah baiknya kita kordinasi saja, dan saya tidak lagi memikirkan masalah itu. Pungkasnya. ( Red )
















