Tasikmalaya || buserindonews.com– Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat
komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pembangunan dan rehabilitasi
infrastruktur sumber daya air. Salah satu proyek strategis yang tengah berjalan adalah Rehabilitasi
Daerah Irigasi (D.I.) Cikunten II Tahap II yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)
Citanduy, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Jum at, 17 Juli 2026.
Pekerjaan rehabilitasi tersebut dilaksanakan oleh PT Nugraha Adi Raya sebagai kontraktor pelaksana.
Proyek ini bertujuan meningkatkan keandalan jaringan irigasi sehingga distribusi air menuju lahan
pertanian dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Rehabilitasi D.I. Cikunten II merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan
kualitas infrastruktur irigasi yang melayani kawasan pertanian di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Melalui rehabilitasi saluran utama beserta bangunan pelengkapnya, diharapkan pasokan air irigasi
dapat mengalir lebih optimal hingga ke areal persawahan, sehingga mampu meningkatkan
produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Paket pekerjaan Tahap II memiliki panjang penanganan sekitar 7,55 kilometer dengan cakupan
layanan irigasi sekitar 934 hektare lahan pertanian.
Proyek tersebut dilaksanakan menggunakan
pendanaan APBN Tahun Anggaran 2026 di bawah Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan
Pemanfaatan Air Citanduy, BBWS Citanduy.
Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, BBWS Citanduy telah melaksanakan sosialisasi kepada
pemerintah daerah, aparat kewilayahan, kelompok tani, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), serta
para pemangku kepentingan lainnya. Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman
mengenai tahapan pekerjaan, pengaturan distribusi air selama konstruksi berlangsung, serta upaya
meminimalkan dampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat.
Selama proses pelaksanaan, BBWS Citanduy secara rutin melakukan pengawasan lapangan guna
memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, memenuhi standar mutu konstruksi,
menerapkan aspek keselamatan kerja, serta selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pengawasan
dilakukan secara menyeluruh agar hasil pembangunan memberikan manfaat maksimal bagi
masyarakat.
Rehabilitasi ini mencakup perbaikan saluran irigasi yang mengalami kerusakan, peningkatan struktur
saluran, serta pembangunan bangunan pelengkap guna mengurangi kehilangan air dan meningkatkan
efisiensi distribusi. Dengan jaringan yang semakin baik, pasokan air diharapkan dapat lebih merata
hingga ke lahan pertanian di bagian hilir, terutama pada musim tanam.
Keberadaan D.I. Cikunten II memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian di wilayah
Tasikmalaya.
Infrastruktur irigasi yang andal menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan
produksi pangan, meningkatkan indeks pertanaman, serta memberikan kepastian ketersediaan air bagi
para petani sepanjang musim.
Kementerian PU melalui BBWS Citanduy menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya
air tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik proyek, tetapi juga pada manfaat jangka panjang
bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan
prinsip tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, serta akuntabel.
Melalui sinergi antara Kementerian PU, BBWS Citanduy, pemerintah daerah, masyarakat, dan
kontraktor pelaksana PT Nugraha Adi Raya, proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Cikunten II diharapkan
mampu memperkuat sistem irigasi yang berkelanjutan, meningkatkan produktivitas pertanian,
mendukung program swasembada pangan nasional, serta mendorong peningkatan kesejahteraan para
petani di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.
Reporter : Asep J
Editor : Redaksi
















