Purwakarta || BI – Masriyah (44) terkenal dengan panggilan mamah keong, asal Bogor sudah tiga tahun berjualan keong:keong mini bisa satu paket dengan mainan rumah-rumahan, berbagai jenis balon baik balon tembak, balon kamera, balon ikan dan balon-balon lainnya. Hal tersebut di akuinya kepada media, Kamis, (23/2/2023) diarea situ Buleud Purwakarta, guna menghidupi 7 tujuh orang anak .

Berbagai cerita suka duka menghidupi anak-anaknya seorang diri karena ditinggal suami yang tidak bertanggungjawab. Ibu ini tetap semangat dan berusaha ceria tidak peduli hujan panas hari tetap usaha menghasilkan pundi-pundi rupiah yang dapat menunjang untuk berlangsungnya kehidupan diri bersama anak-anaknya.

Orang banyak mengenal Mamah Keong yang ramah dan mudah bergaul tidak terlalu sulit mendapat kenalan yang bisa saja diantaranya m berkelanjutan mendukung ibu itu untuk tetap bertahan dengan usaha yang digelutinya selama ini, sejalan dengan waktu berhasil dan tidaknya keseharian berjualan sudah terbiasa, diyakininya pasti selalu ada jalan untuk mendapat penghasilan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Menurutnya, banyak orang lebih susah, kita dukung secara langsung atau tidak dari semangat disiplin untuk tetap berusaha, tidak putus asa, utamakan berdo’a kepada yang maha pencipta segalanya dan tidak menduakan dengan apapun atau siapapun.
“Selama hidup tetap oftimis Allah Subhanahu Wa Ta’ala paling sayang dan pasti membantu kita sebagai ciptaannya untuk yakin, semua yang terjadi pelajaran yang harus diambil hikmahnya, pasti ada sesuatu hal yang terbaik untuk kita syukuri dengan tulus dari hati yang bersih dengan suka cita indahnya kesempatan hidup yang diberikan kepada kita,” jelas ibu tersebut
Keyakinan sesuai perintahnya kita lakukan, hal terindah kita dapatkan, selama kita semangat berupaya menjalani hidup dengan baik dan benar, pintu kebahagiaan terbuka lebar untuk kita lewati dan tinggal bersama cinta kasih yang maha pencipta, bersama para sesama dan para utusannya, yang terpenting kedepan selalu perbaikan dari masa lalu yang tidak mungkin bisa diulang itu, diisi untuk kita belajar dan belajar dimanapun sampai akhir hayat,”ungkapnya oftimis.
Laela/Tim
















