Keseharian Mutiara Pekerja Sosial Di Purwakarta
BUSER INDONESIA || Purwakarta-Hilir mudik antar jemput warga yang sakit baik dari tempat tinggal atau rumah sakit dan sebaliknya tidak selalu mudah dan lancar dengan berbagai persoalan, termasuk kendala jika ada warga kedapatan sudah terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tapi punya tunggakan, mudah jika berhadapan dengan mereka yang bijak dan mencarikan solusi pentingnya penanganan terlebih dahulu, namun tidak mudah dengan pihak terkait yang serba bingung. Hal tersebut disampaikan seorang pekerja Sosial di Purwakarta yang biasa di lapangan, sebut saja Mutiara ( bukan nama sebenarnya) sehubungan pekerjaan dengan berbagai resiko, Senin (10/04/2023).

Mutiara mengaku, berhubungan dengan berbagai karakter warga dan berbagai pihak terkait membuatnya lebih dewasa dan sangat banyak selalu dan selalu belajar sabar dengan berbagai resiko yang tidak mudah, bisa berimbas kontranya dengan pihak-pihak yang bisa jadi karena keterkaitan pekerjaan yang perlu ekstra hati-hati.

Termasuk menghadapi warga yang sakit, upaya keras agar tidak terbebani hal yang membuatnya berpikir berat, cara bicara, mimik muka dan gerak tubuh diupayakan sealami mungkin kita fokus dengan proses guna mendapatkan pengobatan dan perawatan agar tenang dan nyaman, menghadapi kenyataan lebih rilek bisa mendukung lebih cepat pulih dan benar-benar sembuh sesuai harapan bersama.

Manusia punya rasa empati peduli, kita bisa merasakan mana yang sesungguhnya peduli sosial mana yang mungkin tidak seperti yang terlihat, tidak perlu di ucapkan tapi kita bisa menilai, hasilnya semakin hari semakin berkembang, tidak perlu dipersoalkan dari penilaian tersebut, ada yang alami ada yang dibuat-buat atau mungkin pahitnya fitnah terlontar dari mereka yang tidak paham atau tidak tahu, bahkan bisa jadi ada pihak yang cemburu dari kinerja selama ini.

Dari mulut ke mulut suara indah dengan aneka kata merangkai kalimat ada baik dan buruknya bisa saja terjadi, yang pasti petugas sosial harus selalu dengan niat tulus menjalankan pungsi, sebagai manusia kita hanya berupaya dan Berdo’a kepada maha pencipta yang akan memutuskan hasilnya, kita harus yakin selalu ada hikmah dari keputusan yang terjadi, baik buruknya seseorang, sejalan dengan waktu berbuah untuk masing-masing yang menjalankan.
“Cinta diri kita pasti cinta sesama agar lebih harmonis dalam kehidupan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan, kita tidak lepas dari kekurangan, akan lebih baik dan mudah dengan kerjasama gotong royong menciptakan suasana nyaman dimanapun berada,” ungkapnya.
Memohon maaf dan memaafkan akan sangat berdampak dikehidupan selanjutnya, langsung tidaknya tergantung yang terkait, tapi setidaknya kita bisa memohon dimudahkan menjalankan pungsi kita kepada yang punya segalanya termasuk keberadaan kita menjalani kehidupan.
“Percaya Allah Subhanahu wa Ta’ala sayang kita semua dengan caranya, keinginan cara kita untuk sukses belum tentu sebaik cara yang Allah berikan, fakta yang ada adalah bahan kita untuk selalu semangat dengan suka cita atas pemberian yang harus dimanfaatkan dengan cara positif dan siap mempertanggungjawabkan dari apa yang sudah dilakukan,” terangnya.
Percaya dengan maha pencipta, lebih mudah, tenang, suka cita dan bersyukur selalu membuat hidup sangat berarti untuk pribadi, keluarga dan semua terkait yang ada hubungannya dengan keberadaan kita, tulus hati tergambar dari aura wajah dan tatapan mata memandang hal yang ada didepan,atau siapapun yang berhubungan dengan kita dimanapun merasakan aman sejalan dengan waktu, cinta alami yang tidak dibuat-buat lebih manis dan abadi, tidak memaksakan untuk memiliki tapi selalu ada harapan dan Do’a agar masing-masing sukses, bahagia dan sejahtera,” ungkap Mutiara dengan senyum khasnya mohon diri dan melanjutkan tugasnya.
Laela/Tim
















