Masyarakat Kecewa Dengan Buruknya Pelayanan Rumahsakit Livasya

Majalengka || buserindonews.com –  Warga Desa Gunungsari ,Kecamatan Kasokandel ,Kabupaten Majalengka keluhkan pelayanan rumah sakit ibu dan anak Livasya Kadipaten.

Pasalnya ,Pelayanan rumah sakit Livasya tersebut dianggap buruk ,sehingga membuat kecewa bagi keluarga pasien Iin istri dari Jaenal.

Kepada awak buserindonews.com – Iin menuturkan ,Padaha hari Jumat tanggal 7 April dirinya datang ke rumah sakit ibu dan anak Livansya untuk melahirkan anak yang kedua .

Setelah melahirkan dirinya di rawat dulu selama dua hari,Selama di rawat di rumah sakit Livasya, anak yang baru di Lahirkan di rawat oleh suster dari memandikan bayi hingga pake popok bayi.

Lalu hari Sabtu siang ,Kami di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit Livasya,kata Iin di dampingi suaminya Jaenal ,Kamis ( 13/4/2023).

Lebih lanjut di katakan Iin ,setelah di sampai di rumah dirinya bersama suaminya merasa kaget anak yang baru lahiran nangis terus .dikira bayi tersebut menangis terus mau ASI .

Namun setelah kami periksa ternya bayi menangis terus dikarenakan tidak ada anus ya ,kami merasa kaget saat melihatnya.

Di katakan Iin di dampingi Jenal suaminya saya selaku keluarga merasa kecewa dan marah kepada pihak rumah sakit Livasya itu ,Masa anak saya tidak ada anusnya tidak terdeksi oleh pihak dokter dan perawatnya.Ungkapanya.

Masih kata Iin setelah dirinya tau anak tidak ada anus ya ,kami meminta bantuan kepada pihak pemerintah Desa Gunungsari.setelah dapat saran dari pemerintah Desa kami akhirnya memutuskan anak tersebut harus di oprasi ke RSUD Cideres ,akan tetapi pihak RSUD Cideres tidak sanggup ,karena tidak ada alatnya dan harus di rujuk ke Bandung .

Untuk itu kami sangat kecewa kepada pihak dokter rumah sakit ibu dan anak Livasya Permasalahan ini kami akan menuntut pihak rumah sakit Livasya untuk biaya operasi ke Bandung .

Ketika awak media buserindonews.com melakukan konfirmasi kepada pihak Rumah Sakit ibu dan anak Iivasya pihak rumah sakit melalui Maman mengatakan secara teknis saya tidak bisa menjawab karena saya bagian umum, sementara Ninda bagian pelayanan mengatakan bahwa jikalau ini terjadi maka akan ada SP dan lainnya ujar wanita yang memakai masker tersebut.

Sementara itu Direktur rumah sakit H Asep ketika di konfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan waduh saya merasa kecolongan ini ujarnya. Sampai berita ini di muat kabar dari anak yang di bawa ke Bandung belum bisa di mintai keterangan. ( Red / jonkey )

Tinggalkan Balasan