Daerah  

Pohon Randu Di Randublatung Roboh Timpa Mushola Dan Ruko, Bupati : Meminta BPBD Antisipasi Bencana.

Blora ll buserindonews.com- Pada musim hujan, rawan dibarengi angin kencang yang bisa memperbesar potensi pohon tumbang. Meski tidak ada hujan dan angin, tapi kalau pohon sudah tua dan keropos bisa tumbang.

Peristiwa itu terjadi beberapa hari yang lalu, pohon tua jenis kayu Randu tumbang menimpa Mushola dan ruko. Tepatnya berlokasi di Jalan Sulursari – Randublatung, Desa Doplang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga pohon tersebut tumbang akibat hujan deras tanpa disertai angin.

Kepala Desa Doplang Agus Supriyono mengatakan bahwa, di sebelah timur Balai Desa Doplang, ada puluhan pohon Randu yang cukup besar dan sudah cukup tua.

“kejadian itu tepatnya hari Senin (20/11/2023), ada pohon tumbang akibat hujan yang deras tanpa disertai angin, menimpa Mushola dan ruko, tepatnya di depan TPK Perhutani Doplang, yang mengakibatkan atap ruko tersebut jebol dan merusak sarana prasarana lainnya,” kata Agus.

Agus menjelaskan, kejadian tersebut menyebabkan diantaranya jaringan kabel telepon dan listrik PLN terputus.

Pohon tua jenis kayu Randu tumbang menimpa Mushola dan ruko. Berlokasi di Jalan Sulursari – Randublatung, Desa Doplang, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga pohon tersebut tumbang akibat sudah tua dan keropos.

Agus Supriyono, Kepala Desa Doplang mengatakan bahwa, “Di sebelah timur Balai Desa Doplang, ada puluhan pohon randu yang cukup besar dan sudah cukup tua,” jelasnya.

Sebelumnya, Agus Supriyono sebagai Kades Doplang sudah 2 ( dua ) kali mengirimkan surat permohonan ke DPUPR Blora, supaya ada penebangan kayu-kayu yang berada di sepanjang jalan Randublatung – Sulursari ini.

“Pohon randu yang sudah tua. Dan keberadaan pohon tersebut tentunya sangat berisiko bagi pengguna jalan, kalau terjadi robohnya pohon randu yang sudah tua tersebut ke arah selatan, pasti akan memakan korban,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pohon yang tumbang robohnya ke utara, bukan ke selatan. Hal tersebut membuat masyarakat sedikit lega.

“Seandainya kalau pohon randu itu robohnya ke selatan, saya khawatir akan membawa korban pengguna jalan yang melintas. Mudah – mudahan nantinya ada perhatian dari dinas terkait, supaya segera dipotong agar tidak membahayakan pengguna jalan,” jelas Agus.

Adapun kondisi ini, Agus sudah melaporkan 2 kali ke dinas terkait, bahwa ada 45 pohon termasuk pohon di sepanjang Randublatung sampai Sulursari.

“Dulu sudah ada beberapa pohon yang dipotong semenjak ada pembangunan ruko itu. Untuk sekarang pohon kayu randu tersebut ada sekitar 30 sampai 35 pohon yang ada,” ungkapnya.

Ia berharap kepada pemerintah terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) agar menjadi perhatian dan merespon sesegera mungkin, agar tidak terjadi hal-hal yang fatal dan membahayakan keselamatan bahkan nyawa, baik masyarakat sekitar maupun pengguna jalan yang melintas.

“Tadi kita juga sempat laporan ke DPUPR Provinsi juga, begitu,” pungkas Kades. Agus.

Terpisah Kepala DPUPR Samgautama menerangkan terkait pohon yang ada dijalan provinsi itu, “Tanggung jawab dari DPUPR Bina Marga Provinsi.” Ucap Samgautama.

Lebih lanjut, Samgautama menjelaskan, “Untuk permasalahan ini, kita hanya bisa membantu koordinasi, kita teruskan kesana sama teman-teman bina marga. Yang artinya kita hanya meneruskan saja, laporan ke DPUPR Provinsi. Kecuali ada perbaikan atau pelebaran jalan kita baru memberikan izin untuk penebangan pohon.

Namun demikian, kepala DPUPR Samgautama menjelaskan terkait pohon yang ada di doplang, kecamatan jati, kabupaten Blora. “Apabila membahayakan atau situasi dalam Tanggap darurat segera lapor ke BPDB, istilahnya mistigasi, itu berada di BPDB, pohonnya sudah kering, rawan roboh, rapuh, seharusnya laporannya kesana. “Ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samgautama.

Terpisah Bupati Arief Rohman saat memimpin Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana di Kab.Blora , pada hari Jumat yang lalu (1/12/2023), di Alun-Alun Kabupaten Blora. Juga menyinggung bahwa bulan – bulan ini sudah memasuki puncak musim penghujan.

Bupati Arief juga meminta seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bencana dan juga meminta kepada masyarakat, para relawan, dan BPBD jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan masyarakat untuk segera bisa melapor.

“Untuk masyarakat, BPBD, kalau ada potensi pohon yang sudah mau tumbang dan sebagainya nanti segera dilaporkan dan nanti bisa dikoordinasi dengan OPD terkait untuk bisa diantisipasi, dan tidak menunggu sampai kejadian. Kalau memang secara teknis pohon tersebut layak ditumbangkan atau dipotong, ini bisa segera dilakukan, tentunya sesuai dengan aturan yang ada,” jelasnya Bupati Arief.

Tak hanya itu, Bupati juga berpesan kepada jajarannya baik OPD maupun Camat/Instansi terkait yang ada di wilayahnya untuk ikut berperan aktif melakukan kegiatan –kegiatan dalam rangka mengantisipasi kebencanaan.

 

( Angga )

Tinggalkan Balasan