DPK LAKRI Kabupaten Muara Enim, Berang Lemahnya Pengawasan Pembangunan Proyek Oleh Pihak Terkait

Buserindonews.Com ~ Muara Enim ~ Muara Enim,- Ketua DPK Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Berang Lemahnya Pengawasan Pembangunan Proyek di beberapa Wilayah Kabupaten Muara Enim, khususnya Jalan Setapak di Desa Sukamenang kecamatan Gelumbang kabupaten Muara Enim yang Viral Diduga Dikerjakan Asal Asalan Minggu (25/8/2024)

Di ketahui Proyek pembangunan jalan setapak di Dusun 1 Rt 02 Desa Sukamenang kecamatan Gelumbang kabupaten Muara Enim Sumsel di nilai oleh tim Investigasi DPK LAKRI Kabupaten Muara Enim, yang dikerjakan asal jadi, selain lantaran material yang di gunakan tidak sesuai spek pekerjaan proyek tersebut juga di kerjakan secara manual dan tidak menggunakan standar mutu beton ready mix batching plant, terlihat pula jalan lingkungan masih tanah merah tidak memakai Agregat sebagai lantai dasar pengerasan sesuai juknis RAB yang ada.

Proyek pembangunan jalan setapak yang di kerjakan oleh CV ALMEERA RIBHI BARCA  dengan pagu anggaran RP. 199. 950.000,00 yang di kerjakan 30 H, ini viral karena sudah menjadi keluhan dan sorotan masyarakat. sekitar,

Dalam keterangannya Feri Padli menilai, Paktor utamanya adalah lemahnya pengawasan dari pihak dinas terkait yang menjadi faktor penyebab pekerjaan sembrono alias asal jadi Tujuannya taka demi meraup keuntungan yang sebesar besarnya hingga meterial yang seharusnya batu Split di ganti dengan koral 3/2 yang harganya lebih murah tentu mempengaruhi kualitas beton yang sudah pasti tidak akan standar.

Hal ini di sampaikan langsung oleh salah satu warga desa Sukamenang yang enggan disebutkan nama nya mengungkapkan ” ya pak, masa iya untuk cor beton menggunakan batu Koral Sebesar ini dan banyak Pasir dari pada semen sementara itu dihamparkan pasir baru diatas nya adukan semen pak, pastinya tidak bakalan bertahan lama menggigit ketahan beton pasti tidak kuat, bahkan pak pas kami lihat bagian bawah coran tidak ada batu agregat, Malah di kasih pasir” Kata Warga,

Dirinya selaku masyarakat setempat meminta aparat pemerintah seperti inspektorat atau PPTK bila perlu kejaksaan turun langsung meninjau standar proyek tersebut, karena jelas dugaan merugikan keuangan negara BPKP harus melakukan sidak terkait kualitas dan kuantitas mutu beton , “Kami ingin pak, apapun jenis pembangunan di kabupaten muara Enim, khususnya didesa kami di kerjakan sesuai spek, sehingga bisa kuat dan tahan lama ” pungkasnya.

Terpisah mendapat informasi ini awak media News Surya langsung mengkroscek lokasi dan ternyata sesuai dengan keluhan masyarakat secara faktual pekerjaan tersebut memang diduga asal asalan.

Salah satu pekerja saat di mintai keterangan oleh awak media terkesan enggan mengungkapkan siapa pelaksana kontraktor yang bisa dikonfirmasi ” saya hanya pekerja pak, tidak tau siapa pemborongnya silahkan tanya sama pak kades Langsung,” tandasnya seolah menutupi siapa pemborongnya sembari meninggalkan awak media ini.

Guna untuk mendapat berita berimbang awak media mencoba mengkonfirmasi kepala Desa Ahmad Redi S.P.d yang mana mengungkapkan ” saya tidak tau, konfirmasi langsung ke pak dewan. Selanjutnya anggota DPRD Saat awak media konfirmasi Melalui via WA menjelaskan sbb :  saya cuma mengajukan bukan saya.ujar pak dewan”

Dalam hal ini DPK LAKRI Kabupaten Muara Enim Menyatakan sikap banyaknya dugaan pengerjaan yang asal jadi dan juga banyak tidak terealisasi nya anggaran Dana Desa yang ada di seputaran wilayah kabupaten Muara Enim dirinya terlah mempersiapkan beberapa berkas untuk di bawa ke pihak APH terkait,

Feri Fadli menegaskan kalau tidak kita putra Daerah yang memperjuangkan maka siapa lagi yang akan memperjuangkan, tanah kelahiran kita,

Dirinya juga apresiasi penuh kepada rekan-rekan media yang sudah menjalankan tugasnya sebagai kontrol Publik mewakili masyarakat, jika kita tidak bersuara siapa lagi yang akan bersuara , tandas Feri Fadli,,

Sumber Kegiatan DPK LAKRI Kabupaten Muara Enim Bersama Rekan Media

Penulis -Editor Pewarta Sumsel

Tinggalkan Balasan