Blora ll buserindonews.com – Para atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Blora kembali mengukir prestasi gemilang dalam ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2024 Solo. Pada hari keempat dan kelima pertandingan, dua atlet Blora berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Jawa Tengah.
Atlet Meidista Afdarista sukses meraih emas di nomor 4×100 meter estafet putri dengan catatan waktu 52,04 detik, mengalahkan pesaing tangguh dari Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Sementara itu, di nomor 400 meter putra, Yusuf Fikri Albar juga berhasil menjadi yang tercepat dengan waktu 54,49 detik, mengungguli atlet dari Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur. Yusuf kembali menyumbangkan emas di nomor 4×400 meter estafet putra dengan catatan waktu 3 menit 59,13 detik, menaklukkan tim dari Papua dan Riau.
Dengan tambahan medali ini, para atlet NPCI Blora telah menyumbangkan total lima medali emas dan satu medali perunggu untuk kontingen Jawa Tengah. Ketua NPCI Kabupaten Blora, Sriyono Abdul Qohar, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa para atlet.
“Kami sangat bangga dan puas dengan hasil yang diraih. Para atlet telah berjuang luar biasa dan berhasil melampaui ekspektasi. Ini merupakan pencapaian besar untuk Jawa Tengah dan tentunya Kabupaten Blora,” ujar Sriyono pada Jumat (11/10).
Meidista Afdarista, yang ditemui di Lapangan Sriwedari Solo, mengungkapkan rasa senangnya setelah berhasil menyabet tiga medali emas. “Saya sangat senang, mas. Di nomor estafet, kami awalnya tidak ditargetkan meraih emas, tapi berkat kerja keras tim, kami berhasil meraih medali emas,” ungkapnya.
Namun, perolehan medali Blora sempat terkendala di cabang menembak. Atlet menembak Soni Wijaya yang dijadwalkan bertanding pada Sabtu (12/10), terpaksa didiskualifikasi karena tidak memenuhi aturan dalam Technical Handbook (THB) dan Maximum Qualification Score (MQS).
Sebagai informasi, empat atlet NPCI Blora yang berlaga di Peparnas 2024 Solo adalah Meidista Afdarista, Yusuf Fikri Albar, Ariyo Ariyona, dan Soni Wijaya, yang semuanya memperkuat kontingen Jawa Tengah.
(Angga)
















