PATI || buserindonews.com – Berawal dari diterimanya informasi masyarakat kepada Tim Media di meja Redaksi bahwa tengah berlangsung kegiatan penambangan yang diduga Liar alias ilegal di desa Klayu Siwalan kec. Batangan kab. Pati yang tanah hasil penambangan dijual keluar desa maka Tim Media bergegas menuju lokasi penambangan guna melakukan chek and recheck memastikan kebenaran informasi tersebut, Sabtu (14/9/24)

Sesampainya di lokasi yang dimaksud ternyata benar, Tim Media mendapati bahwa ada kegiatan penambangan berupa pengerukan embung yang sudah kering tengah berlangsung dengan menggunakan 1 (satu) alat berat berupa excavator serta beberapa dump truk yang berseliweran hilir mudik mengangkut disposal tambang menuju ke lokasi pembuangan di jalan menuju makam desa (untuk pengurugan jalan menuju makam) serta diluar desa Klayu Siwalan yang terletak di desa Bumirejo dan desa Mujil (masih di kec. Batangan) untuk pengurugan lahan pribadi.

Setibanya di lokasi, Tim Media diarahkan oleh salah seorang pekerja disana untuk menemui Kades (Klayu Siwalan) saja, karena katanya sudah ditunggu di rumahnya.
Tiba di rumah Kades (rupanya Kades sedang membangun mewah rumahnya), Tim Media hanya ditemui oleh istri Kades yang mengatakan bahwa Pak Kades sedang berada di Polsek Batangan.
Atas informasi itu Tim Media menghubungi Kapolsek Batangan melalui telpon aplikasi WhatsApp dan diperoleh jawaban bahwa Kapolsek tengah berada di Semarang dan tidak ada agenda pertemuan dengan Kades hari itu.

Kapolsek Batangan kemudian memberikan informasi bahwa terkait kegiatan pengerukan embung yang tanahnya akan digunakan untuk pengurugan lapangan sepak bola desa serta akses jalan menuju area makam, Kades sudah memberikan laporan ke Polsek Batangan dan (masih menurut Kapolsek) bahwa tanah urukan-nya tidak dijual keluar desa.
Kapolsek terkaget-kaget demi mendapat informasi dari Tim Media bahwa ada tanah kerukan embung yang dibuang (diduga dijual) keluar desa. “Polsek sendiri serupiah pun tidak mendapatkan apa-apa dari kegiatan itu Pak” tegas Kapolsek.
Beberapa saat kemudian Kades menelepon Tim Media bahwa dirinya sedang perjalanan ke Jakarta dan menentukan besok yaitu hari Minggu 15/9/24 bisa ketemuan.
Terkait kegiatan pengerukan embung dan pengurukan lapangan desa hal itu sudah diputuskan dalam rapat Musdes (Musyawarah Desa) dan tidak ada tanah yang dibuang keluar desa.
Namun besoknya hari Minggu, Kades masih juga belum bisa ditemui oleh Tim Media dengan alasan bahwa mengalami laka di Tol Cipali dan sedang berada di Polres Subang.
Kepada salah seorang Tim Media, Kades memberikan keterangan yang berbeda, hal itu mengklarifikasi rekaman video yabg menunjukkan bahwa ada tanah kerukan embung yang di buang (diduga dijual) keluar desanya, ” Lha gimana mas soale di desa saya sudah tidka ada tempat untuk pembuangan tanah urukannya” demikian alibi Kades.
Informasi yang berhasil dikumpulkan oleh Tim Media menyebutkan bahwa memang benar tanah itu sebagian (besar) ada yang “dibuang” keluar desa kepada pihak-pihak yang membutuhkan dan untuk itu ada biaya untuk sekedar “ongkos gendongnya” uang nominalnya bervariasi tergantung jarak jauh dekatnya dari lokasi embung.
Tim Media sendiri lebih menyoroti pada kegiatan Normalisasi embung air, pengurukan lapangan sepak bola desa serta pengurukan akses jalan menuju ke area makam desa.
Karena jika memang hal itu sudah diputuskan dalam Musdes, kapan Musdesnya dilaksanakan ?
Lalu dengan tidak dipasangnya Papan Informasi di lokasi kegiatan semakin meng-indikasikan ada dugaan “Permainan” alias patgulipat duit negara.
Proyek tersebut dibiayai dengan Sumber Anggarannya dari mana ?
Nominalnya berapa ?
Berapa hari pelaksanaannya ?
Dikerjakan Swakelola atau tidak ?
TPK nya siapa ?
Dan masih panjang lagi pertanyaan yang harus dijawab dalam konteks Tranparansi penggunaan anggaran negara yang bisa berpotensi pada indikasi-indikasi atau dugaan perbuatan melawan hukum berupa tindak pidana korupsi.
Menyalahgunakan duit negara (tidak sesuai peruntukkannya) untuk menguntungkan atau memperkaya diri sendiri atau orang lain.
“Lumayan dong bisa buat bangun rumah mewah.” Seloroh beberapa warga yang dijumpai Tim Media.
bsa – red
















