Pati || buserindonews.com – Pembangunan infrastruktur jalan guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah dan pariwisata terus diintensifkan oleh Pemkab Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati.

Proyek pembangunan pelebaran dan peningkatan jalan alternatif antara desa Kuniran Kec. Batangan hingga desa Karangrejo Kec. Juwana tahun 2023 ini dialokasikan anggaran dari Dana Bankeu Sarpras Prov. Jateng sebesar Rp. 7.410.655.000,- diharapkan mampu mengurangi kemacetan di wilayah Kec. Juwana – Batangan serta mampu mendongkrak pertumbuhan perekonomian, pertanian dan Pariwisata.
Sementara itu pihak kontraktor dari CV.Larisa Kontruksi, Wahyu Indriyanto, SE saat dijumpai awak media Kamis,13/7/2023 menargetkan pada Bulan Oktober mendatang pelebaran dan peningkatan jalan selesai dikerjakan.
“Pengerjaan pelebaran dan peningkatan jalan ini tidak mengalami kendala teknis maupun cuaca. Bahkan, mendekati musim penghujan ini mendukung sekali pada proses pemadatan, sehingga pemadatan material bisa maksimal,” katanya.
“Harapannya dengan pembangunan infrastruktur ini, sekali lagi memperlancar arus lalu lintas orang dan barang, dan yang terpenting adalah mengungkit pertumbuhan ekonomi. Bahkan dengan proyek pembangunan infrastruktur ini juga membuka pekerjaan bagi masyarakat sekitar, karena banyak ikut kerja,” terangnya.
Dengan peningkatan aksesibilitas serta konektifitas jaringan infrastruktur jalan ini diharapkan memberikan kelancaran, keselamatan dan keamanan bagi para pengendara. Sehingga target percepatan pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.
“Saya berharap peningkatan aksesibilitas dan konektifitas jaringan infrastruktur jalan ini memberikan kelancaran, keselamatan dan keamanan pengguna jalan, khususnya akses perekonomian dan juga pariwisata,” pungkasnya.
Pelaksana lapangan CV. Larissa Kontruksi Sukamto ” Menyampaikan bahwa pekerjaan beton FS’45 sudah berjalan satu sisi yaitu sepanjang 100 meter mulai dari Sta 0+504 sampai 0+604 di bagian sisi kanan dan Sta 2+180 hingga 2+580 disisi kiri sepanjang 400 meter.
Rabat itu baik bagian sisi kanan dan kiri sudah selesai, tinggal menunggu kering (umur beton) kemudian mengerjakan sisi sebelahnya. Sambil menunggu itu, akan melaksanakan pekerjaan AC-BC asb leveling,” sambung Sukamto.
Sementara itu pendamping Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sucipto “Mengatakan bahwa pekerjaan pada sepanjang jalan tersebut sudah berjalan hingga selesai tahap pengecoran,” ujarnya.
Pengujian dilakukan dengan umur beton tujuh hari dan kekuatan yang direncanakan sudah tercapai. Dan akan tetap tetap merawat beton sampai dengan traffic dibuka,” tambahnya.
Pekerjaan cor itu terletak pada bagian yang sering rusak jika hanya di aspal. Jadi sesuai RAB nya harus di rabat. Untuk pelaksanaan pada minggu ini sudah mencapai hingga 28 persen,” terangnya.
Ia juga berharap, agar pekerja ditambah supaya sebelum jadwal jadwal hari kerja (HK) selesai, pekerjaan tersebut sudah bisa selesai lebih awal nanti. Dan bisa digunakan sebagai jalur alternatif seperti dulu, supaya tidak terjadi kemacetan,” tandasnya.
Beton Sta 2+180 dan Sta 2+580 disisi kiri.
Kendati demikian kendaraan besar harus bisa terakomodir tetap lewat jalan pantura, tidak ikut lewat jalur alternatif yang baru selesai dibangun tersebut,” tuturnya.
Seperti bus dan truk muatan berat dilarang lewat, hanya mobil minibus yang boleh lewat jalan tersebut. Dan kasihan jika sampai terjadi macet berkepanjangan,” tutupnya. (bsa-red)
















