“Dinas PSDA,Tidak ada Pungli terkait Usulan Sumur Bor”

  • Bagikan

Cilacap || buserindonews –  Terkait adanya salah satu pemberitaan Online di Desa Pahonjean mengenai usulan pembuatan sumur bor didusun Ponjean desa Pahonjean kecamatan Majenang kabupaten Cilacap, yang jelas adanya pemberitaan di salah satu berita online tertanggal 18.10.2021.

Membuat keresahan dan ketidak nyamanan warga masyarakat yang ada di Desa Pahonjean, karena Warga selama ini Kondusif dan tidak ada Gejolak terkait Usulan Sumur bor, setelah wartawan media Cek online kelapangan memang kondusif.Harusnya si penulis berita Hadir, menemui pihak pemerintah Desa karena adanya berita tersebut pihak desa belum diminta keterangan oleh wartawan yang menulis berita tersebut,karena sekecil apapun ada permasalahan di wilayah desa pahonjean harusnya minta konfirmasi ke pihak desa biar jelas masalahnya ungkap kepala desa Heri,S.

Beberapa tokoh masyarakat yang ada di dusun Ponjean harusnya si penulis berita hadir biar tidak membuat masyarakat desa Pahonjean resah adanya berita tersebut
ungkap (Ky) .

Terkait adanya pungli dilingkungan dinas yang disebut dalam berita tersebut itu tidak benar Karena anggaran Rp 9 juta diperuntukkan untuk biaya Geolistrik kepada Konsultan Andromeda dari bandung,dan pembiayaan Geolistrik sudah diketahui oleh warga Ponjean dari awal survey tanggal 4 Januari 2020, Geolistrik dilakukan oleh tim ahli dari bandung untuk keperluan perencanaan sumur bor, dalam melakukan letak kedalaman sumber air dilokasi yang akan kita bikin.

Warga masyarakat tambah kecewa terhadap penulis berita  yang tidak menghadiri pertemuan di balai Desa Pahonjean tanggal 11.10.2021 terkait pemberitaan usulan sumur bor,Harusnya penulis berita mengedepankan Kode etik journalist tidak ada beritikad buruk, berita harus akurat dan berimbang juga harus profesional tunjukkan identitas dan menghormati hak privasi dan harus jelas narasumbernya ungkap kepala desa Pahonjean Heri sudiono.

Kami merasa kecewa atas pemberitaan online yang ditulis tidak meminta keterangan kepada pemerintah desa dan harusnya menghadiri pertemuan di balai Desa Pahonjean guna menjelaskan berita tersebut jangan bikin berita yang merugikan warga masyarakat juga pemerintah, mari kita bersinergi para journalist untuk membangun kabupaten Cilacap lebih maju dan menciptakan kondusif untuk membangunya desa lebih baik,ungkap Kades Heri ,S.(Asep S).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Buser Indonesia