PRABUMULIH – Dunia olahraga pelajar Kota Prabumulih kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya dukungan instansi terkait, para atlet muda berbakat sukses membuktikan mental bertanding pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Selatan tahun ini.
Berdasarkan data resmi pencapaian kontingen, cabang olahraga tinju di bawah naungan PP Pertina Prabumulih berhasil memboyong total delapan medali, terdiri dari medali emas, medali perak, dan medali perunggu. Salah satu raihan medali emas dipersembahkan oleh atlet pelajar Mari Ridho yang tampil gemilang di gelanggang pertandingan.
Namun di balik kebanggaan tersebut, terkuak dalih birokrasi yang memprihatinkan dari instansi terkait di tingkat daerah. Ketika dikonfirmasi mengenai minimnya perhatian, pihak berwenang sempat berdalih bahwa pembinaan dan ajang tersebut merupakan wewenang Dinas Pendidikan Provinsi karena pesertanya berasal dari tingkat SMA dan SMK.
Alasan tersebut mendapat kritik tajam dari kalangan pelatih dan pengawas publik. Pasalnya, para atlet yang bertanding di gelanggang secara resmi membawa nama dan mengharumkan marwah Kota Prabumulih, sehingga dukungan moril maupun materil dari pemerintah kota tetap mutlak diperlukan.
Pelatih Kepala Kontingen Tinju, Zulkarnain, menyayangkan sikap lepas tangan tersebut dan menegaskan bahwa perolehan prestasi ini murni berkat perjuangan mandiri para atlet dan tim kepelatihan di lapangan tanpa adanya bantuan atau arahan nyata.
Kami sangat bangga atas perjuangan luar biasa yang ditunjukkan oleh Mari Ridho dan seluruh atlet pelajar kita di ajang POPDA Sumsel ini. Mereka mampu mendulang medali di tengah fasilitas latihan yang sangat terbatas dan tidak ada bantuan maupun arahan yang kami rasakan. Ketika dikoordinasikan, instansi di kota beralasan itu wewenang diknas provinsi karena pesertanya anak SMA dan SMK, padahal anak-anak kita berjuang mewakili Kota Prabumulih.
Prestasi ini murni lahir dari keringat dan mental baja atlet serta pelatih, bukan karena dukungan pemerintah. Jika alokasi pembinaan olahraga pelajar ini terus diabaikan dengan dalih birokrasi, regenerasi atlet berprestasi di daerah kita akan terancam, ujar Zulkarnain.
Sejumlah elemen pengawas kebijakan publik mendesak agar pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Kota Prabumulih tidak berlindung di balik batasan kewenangan administratif semata. Apresiasi, fasilitas latihan yang memadai, serta keberpihakan nyata terhadap atlet pelajar daerah harus segera diwujudkan demi masa depan olahraga di Kota Prabumulih.
Sesuai Undang-Undang Pers, pihak redaksi menyediakan ruang proporsional bagi pihak terkait yang ingin menyampaikan tanggapan maupun Hak Jawab.
Red
















