Cikarang || buserindonews.com – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper), produsen kertas kemasan terkemuka yang merupakan anggota dari SCGP di Indonesia, memberikan alat pencacah dan alat pengayak sampah organik kepada karyawan selaku peserta terbaik CSR – Cross Program 2022 – 2023 GEMARI BUMITANIK (Gerakan Masyarakat Mandiri Melalui Budidaya Maggot (lalat BSF), Ikan, dan Tanaman Hidroponik).
Seremoni serah terimanya pada Juli 2023 lalu, dilakukan di RT. 03 RW.08, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi dan dihadiri oleh Kepala Desa Telaga Murni, H. Sugandi, warga dan perangkat RT/RW, tim Corporate Social Responsibility (CSR) FajarPaper, serta PUK SP KEP SPSI PT Fajar Surya Wisesa Tbk.
Bantuan mesin tersebut diberikan kepada Adris Suherman, salah satu karyawan FajarPaper, bersama kelompok budidayanya.
Selama tujuh bulan, Adris dan kelompoknya (masyarakat yang bermukim di desa Telaga Murni, Cikarang, Jawa Barat) berhasil membudidayakan maggot hingga dapat dipanen dan mengembangbiakkan lalat BSF (Black Soldier Fly).
Maggot yang dibudidayakan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu untuk dipanen menjadi pakan ikan lele dan dikembangkan menjadi lalat agar siklus hidup terus terjadi, sehingga mereka tidak perlu membeli telur lalat BSF untuk pembudidayaan kembali.
Kegiatan tersebut adalah kelanjutan dari program GEMARI BUMITANIK yang berlangsung sejak Desember 2022.
Dan dengan diberikannya 2 alat tersebut, FajarPaper dalam usahanya mendukung Ekonomi Sirkular, berharap agar pengolahan sampah organik sebagai bahan pakan maggot dapat diproduksi lebih banyak dan cepat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Sugandi selaku Kepala Desa Telaga Murni menyampaikan terima kasihnya kepada FajarPaper atas bantuan mesin pencacah dan pengayak sampah organik dan apresiasinya terhadap Adris dan kelompoknya.
“Atas bantuan tersebut, saya berharap agar pemanfaatan mesin dilakukan dengan baik untuk kegiatan pengelolaan sampah yang ada di lingkungan tempat tinggal. Kami berpesan agar bantuan mesin ini dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sebaik mungkin, ” lanjut Sugandi.
” Harapannya dengan kepercayaan FajarPaper memberikan bantuan berupa mesin-mesin pendukung dan keberhasilan pembudidayaan dari sampah organik ini dapat menambah pertumbuhan ekonomi warga sekitar.” lanjut H. Sugandi.
Sementara, Triyana selaku Ketua RW 08, Desa Telaga Murni menyampaikan, ” Semoga bantuan mesin ini menjadi motivasi dalam mengupayakan pengelolaan sampah terutama sampah organik di lingkungan RT,” ujarnya.
Terpisah, Usman Sopandi selaku Ketua PUK SP KEP SPSI PT Fajar Surya Wisesa Tbk mengatakan “Program ini merupakan kolaborasi antara perusahaan, SPSI, dan koperasi FajarPaper sebagai pelatihan bagi karyawan yang memasuki masa pensiun, kata Usman dalam sesi wawancara pers pada Senin, (7/8/2023).
Pihaknya menyampaikan bahwa penyerahan bantuan mesin pencacah dan pengayak ini merupakan apresiasi perusahaan kepada kelompok yang berhasil dalam menjalankan program dan melakukan budidaya.
“Keberhasilan pembudidayaan merupakan hasil dari usaha yang maksimal dan Kerjasama. Hal ini tidak hanya kepemilikan alat dan bahan yang sama, namun usaha maksimal lah yang akan membuahkan hasil,” paparnya.
Selaras, Kurniawan selaku Industrial Relations & CSR Manager PT. Fajar Surya Wisesa, Tbk mengatakan , ” Mesin pencacah sampah organik yang diberikan ini memiliki kapasitas 300 kg/jam, sedangkan mesin pengayak memiliki kapasitas 400 kg/jam, ” tuturnya.
Adris Suherman selaku karyawan PT Fajar Surya Wisesa Tbk menyampaikan,“Saya mewakili tim, berterima kasih kepada manajemen bahwasanya telah memberikan mesin pencacah sampah organik dan pengayak untuk keberlangsungan budidaya maggot, ‘
” Saya merasa program yang merupakan pelatihan masa pensiun ini dapat membekali karyawan agar nantinya setelah pensiun, kami masih memiliki kegiatan yang menghasilkan,” tutupnya.
FajarPaper, yang memiliki 3.000 karyawan dan 30% dari hasil produksinya diekspor ke manca negara, senantiasa berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia melalui berbagai kegiatan CSR perusahaan baik dalam bidang ekonomi, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, maupun lingkungan. (Ayu/red)
















