Kang Deni Tokoh Peduli Nyata Semampu Dia Bisa

Purwakarta || BI – Diam-diam salah seorang warga yang mengetahui kinerja Kang Deni (salah seorang tokoh di Purwakarta) berharap bisa bekerjasama menyalurkan rasa kepedulian terhadap sesama sesuai kapasitas dan kemampuannya, dari belajar yang alami dari beliau jika diperkenankan. Hal tersebut disampaikan salah seorang warga Purwakarta yang biasa disapa Mas Eko dikediamannya kepada awak media, Rabu (25/1/2023).

Mas Eko (salah seorang warga Purwakarta)
Mas Eko

Menurutnya, salut dengan Kang Deni yang selalu berusaha belajar menyatu dengan warga kemanapun beliau pergi sering terdengar selalu menyisihkan untuk menyapa atau berbincang-bincang dengan masyarakat yang ditemuinya tanpa pandang bulu, jauh dari ria tiba-tiba melakukan sesuatu yang seperti sedang berbaur dengan warga yang perlu dukungan semangat adanya beliau sebagai sesama bisa saling melengkapi dalam hal kebaikan.

” Orang peduli alami itu lebih menyenangkan dalam kondisi apapun selalu mensuport sekitarnya untuk selalu semangat mengisi kehidupan dengan belajar saling peduli satu sama lain sebagai sesama manusia yang sudah semestinya sebagai makhluk sosial saling melengkapi guna kenyamanan dimanapun berada kita ada pasti ada pihak lain menghiasi jalannya sejarah keberadaan kita di dunia fana ini,” katanya.

Kang Deni (Tokoh Masyarakat Purwakarta)

Salah satu contoh kepedulian terhadap sesama, semangat berusaha mengetahui akar permasalahan seorang warga yang anaknya tidak sekolah kurun waktu sekitar dua tahun di era Covid terpaksa tidak dapat sekolah, mulai dari tidak punya Hand Phon (HP), kemudian tidak bisa mengoperasikan HP, tidak di terima apabila pindah sekolah karena sekolah baru tidak mau dikatakan tempat buangan.

Sekolah awal tempatnya belajar kurang peka dan tidak ada upaya jemput bola, kepala dinas pendidikan sudah sangat baik mendukung anak tersebut untuk sekolah, hanya terkadang dibawahnya seolah bekerja kurang maksimal, saat ini dengan adanya Hallodikpur mudah-mudahan akan mempermudah komunikasi.

“Tentunya operator harus handal jangan asal-asalan terkesan tidak piawai melayani mereka yang perlu pelayanan dari berbagai kalangan untuk berkomunikasi dengannya, baik langsung atau secara tidak langsung, berbagai antisipasi harus diupayakan agar komunikasi terjalin baik, terlebih di bulan Rajab ini ada banyak warga muslim yang berpuasa.

Bisa jadi mereka datang dalam kelelahan dari berbagai aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran, karena tidak sedikit yang peduli pendidikan dari kalangan mereka orang lapangan, sudah semestinya kita jaga dan kita hargai niat tulusnya, jangan sudah lelah, kalau jalan mungkin saja tidak dalam keadaan sedang fit, menerima pelayanan yang tidak mengenakan, hindari hal yang tidak semestinya apalagi menertawakan orang yang datang ke dinas dengan berbagai kekurangannya.

Termasuk berbisik depan tamu di kantor yang dibiayai uang negara, nah kalau hal itu terjadi tolong jaga sikap, jangan sampai hal sepele cermin pegawai dinas di kantor tersebut tidak pantas bekerja disana, catat itu demi kebaikan dan cepatnya kepedulian siapapun itu terealisasi segera dengan kepekaan dan peduli nyatanya sesama lain yang sudah tentu kewajiban bersama membangun, malu jika asal-asalan, anggaran besar negara digelontorkan, kinerjanya dipertanyakan, mohon maaf jika ada salah-salah kata” tegas Eko.

Laela/Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Buser Indonesia,- www.buserindonews.com