Daerah  

Kartu Blora Pintar: Solusi Pendidikan untuk Anak-Anak Tidak Mampu

Blora ll buserindonews.com – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pendidikan terus berkomitmen memastikan semua anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Kartu Blora Pintar (KBP), yang menjadi solusi bagi anak-anak yang tidak tercover oleh Program Indonesia Pintar (PIP).

“KBP ini ditujukan untuk anak-anak Blora yang secara ekonomi tergolong miskin tetapi tidak mendapatkan bantuan PIP. Program ini menjadi semacam sapu jagad yang mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Blora, Nuril Huda. Senin (26/11/2024).

Nuril menjelaskan, sekitar 80 persen anak miskin di jenjang SD sudah mendapatkan bantuan PIP. Namun, masih ada 20 persen lainnya yang tidak terkafer, sehingga kebutuhan pendidikan mereka dipenuhi melalui KBP. Hal serupa juga diterapkan di jenjang SMP, memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga memberikan perhatian khusus bagi anak-anak berprestasi. “Beasiswa juga diberikan kepada anak-anak pintar meskipun mereka berasal dari keluarga mampu. Jadi kata kuncinya adalah prestasi,” tambah Nuril.

Dinas Pendidikan Blora juga bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menjangkau siswa-siswa yang tidak terdaftar di PIP maupun KBP. “Baznas menjadi gerbang terakhir untuk mereka yang mungkin terlambat terdata atau tidak memenuhi persyaratan tertentu. Nilai bantuan dari Baznas ini setara dengan PIP, mencakup semua jenjang mulai dari PAUD, SD, hingga SMP,” jelasnya.

Dengan berbagai program ini, Pemerintah Kabupaten Blora berharap dapat mewujudkan pemerataan pendidikan bagi seluruh anak-anak di wilayahnya, tanpa terkecuali. “Kami tidak ingin ada alasan bagi anak-anak miskin di Blora untuk tidak sekolah,” tegas Nuril.

Langkah ini menunjukkan komitmen Blora dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan merata, selaras dengan visi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

(Angga)

Tinggalkan Balasan