Blora ll buserindonews.com – Kebakaran hebat melanda Dukuh Denguk, Desa Andongrejo, RT 03 RW 01, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, pada Minggu malam (22/09/2024) sekitar pukul 19.30 WIB. Empat rumah milik dua warga hangus terbakar dalam insiden tersebut. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Blora, Pujo Catur Susanto, menjelaskan melalui pesan WhatsApp bahwa regu piket pemadam kebakaran menerima laporan kebakaran pada pukul 19.30 WIB. Sebanyak satu regu yang terdiri dari enam orang langsung dikerahkan ke lokasi kejadian dengan membawa satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit tangki suplai air. Namun, setibanya di lokasi pada pukul 19.38 WIB, api sudah membesar dan melahap tiga rumah milik Mbah Tun Sukemi (80) dan Subandi (40).
“Karena besarnya api dan luasnya area yang terbakar, kami segera menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta regu tambahan pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan api,” ungkap Pujo. BPBD mengerahkan dua unit tangki air dengan empat personel, serta satu regu tambahan dari markas pemadam kebakaran.
Menurut keterangan warga sekitar, saat kebakaran terjadi, rumah-rumah tersebut dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang menghadiri acara pengajian di masjid setempat. Setelah berjuang selama lebih dari dua jam, tim pemadam kebakaran dan BPBD akhirnya berhasil mengendalikan api pada pukul 21.40 WIB. Proses pemadaman terhambat oleh jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran, sehingga membutuhkan waktu 2 jam 10 menit untuk memadamkan api sepenuhnya.
“Penyebab kebakaran diduga karena hubungan arus pendek listrik,” ujar Pujo dalam pesannya.
Sementara itu, Sumiati, putri dari Mbah Masriyatun, salah satu korban kebakaran, saat ditemui pada pukul 23.30 WIB, menjelaskan bahwa empat rumah yang terbakar adalah milik Masriyatun dan Subandi. “Saat kejadian, ibu saya sedang pengajian, jadi rumah kosong. Sedangkan rumah Subandi juga kosong karena digunakan sebagai gudang,” ungkap Sumiati.
Aji Santoro, cucu dari Mbah Masriyatun, menambahkan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang anak kecil yang sedang bermain di sekitar lokasi. Anak tersebut langsung memberi tahu Aji, yang kemudian segera meminta bantuan tetangga untuk menolong.
“Anak kecil itu memberitahu kalau rumah mbah saya kebakaran. Saya langsung panik dan meminta bantuan tetangga. Alhamdulillah, rumah mbah kosong karena Mbah sedang pengajian,” kata Aji.
Aji menduga bahwa kebakaran ini disebabkan oleh konsleting listrik. Ia berharap agar pemerintah Kabupaten Blora dapat memberikan bantuan kepada keluarganya yang terdampak kebakaran tersebut.
“Kami berharap pemerintah Blora bisa memberikan bantuan kepada korban kebakaran,” harap Aji.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran tersebut.
(Angga)
















