Sungailiat || Buserindonesw.com – Dihadiri oleh St.Staf, Ahli Bupati pembangunan, Manusia dan Budayaan, Muhammad dangan jajaranya kegiatan, lomba kerito surong dalam rangka Tahun, 2022.
Pelaksanaan lomba kerito Surong, Memperingati tahun Baru Islam (1) Muharram 1444.H di lapangan sepak Bola kelurahan kenanga, Sungailiat kabupaten Bangka Minggu (31/07/2022)
” Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung anggota DPRD, Kabupaten Bangka Kepala Dinas, Pariwisata Kabupaten Bangka Camat se Kabupaten Bangka Lurah Kenanga Ketua Kadin Kabupaten Bangka beserta jajaran Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Kabupaten Bangka Ketua BPD,
Pada hari ini kita berkumpul di tempat ini dalam rangka acara peringatan tahun baru Islam (1) Muharam 1444 H. Adapun harapannya kegiatan ini dapat kita laksanakan secara rutin setiap tahunnya, Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kreatifitas para pelaku seni dalam bidangnya masing-masing.
” Sebagai permainan rakyat yang menjadi salah satu khasanah budaya Kabupaten Bangka sudah mulai terkikis, bahkan kita jarang sekali bisa melihat permainan tradisional demikian. Tidak saja di daerah perkotaan, ternyata permainan tradisional hilang di tataran desa. Padahal jika pelajari lebih dalam, permainan rakyat selain sebagai sarana bermain dan hiburan juga sarana pengetahuan bagi anak-anak, secara tidak langsung anak-anak kita dapat mempelajari berlatih kemampuan motorik dan mempelajari budayanya sendiri.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka, saya menyambut baik terlaksananya kegiatan perlombaan kerito surong dalam rangka menyambut tahun baru Islam (1) Muharam 1444 H. Pada kesempatan ini kami mengajak mari kita lestarikan dan memperkenalkan permainan tradisional bagi generasi muda di daerah ini dalam mengali, memahami nilai-nilai kearifan lokal dari berbagai permainan rakyat yang ada dan serta mempelajari cara memainkannya.
” Selain itu juga bahwa pembinaan dan pengembangan pada generasi muda sangatlah penting karena masa depan bangsa ada pada di tangan generasi muda. Diharapkan kepada para pemain dapat bermain sebaik-baiknya dalam arti penuh semangat dan menjunjung nilai-nilai sportifitas, persahabatan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan sehingga keberadaan seni budaya semakin digemari masyarakat luas.
Jadi dulu kerito surong di desa itu merupakan alat serbaguna, hampir setiap rumah itu ada kerito surong, karena pertama dulu itu sepeda saja tidak punya, mereka untuk mengangkat lada, dari memetik disurong untuk direndamnya, kemudian selesai dicuci diangkat ke kerito surong membawanya, habis dijemur dibawa pulang dari kebun ke, kampung dengan kerito surong. Dan juga untuk mengangkut junjung.
” Kemudian untuk mengangkat kayu dari kebun ke kampung, Dan juga untuk membawa anak-anak dari kampung ke kebun, dipasanglah karung dibawanya itu. Jadi semakin besar bebannya semakin kuat bunyinya. Kemudian untuk mengangkut junjung, di depan dipasang kayu, baru diikat.
Jadi kami berharap ke depannya kegiatan ini diminati masyarakat kita. Karena tidak semua masyarakat tahu fungsi kerito surong, rodanya dibuat dari akar kayu pohon melamir. Mudah-mudahan untuk ke depannya semakin masyarakat di Kabupaten Bangka. Dan juga dengan perlombaan ini bisa menambah wawasan kita semua, bagi pecinta olahraga tradisional di Kabupaten”, Bangka pungkanya (Imron)
















