Beranda Daerah Mengganti Sekda Karawang Tak Perlu Open Bidding Lagi, Karena Sudah Merit System

Mengganti Sekda Karawang Tak Perlu Open Bidding Lagi, Karena Sudah Merit System

Karawang  | BI -Disaat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang sedang berjuang keras menangani Pandemi Covid – 19 atau Wabah Virus Corona, tersiar kabar yang bersumber dari opini publik tentang agenda penggantian Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang menjelang jabatan kedua periode kepemimpinan dr Cellica Nurrachadiana sebagai Bupati Karawang.

Selain dimedia mainstream, opini – opini tersebut terus digulirkan melalui postingan Sosial Media (Sosmed). Bahkan untuk yang terbaru, beberapa media mewartakan opini publik tentang figur pejabat pengganti Sekda Karawang. Tak hanya nama, photo pejabatnya pun dipasang sebagai photo pemberitaan.

Pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan pada saat diminta pendapatnya terkait hal itu, sebelum menjawab pertanyaan rekan wartawan nampak tertawa ringan.

“Ada – ada saja opini kacangan. Saya anggap itu opini tidak berkualitas! Selain sumbernya yang tidak jelas, penyebab permasalahan yang bisa menjadi dasar penggantian Sekdanya pun tidak ada. Makanya saya sebut opini kacangan,” Katanya.

Dijelaskannya, “Sekda merupakan jabatan strategis dengan eselonering tertinggi ditingkatan Pemerintahan Daerah. Sekretaris Daerah bertugas membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah,”

“Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya, Sekda bertanggung jawab kepada Kepala Daerah. Sekretaris Daerah diangkat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memenuhi persyaratan. Karena kedudukannya sebagai pembina ASN didaerahnya. Sekretaris Daerah dapat disebut jabatan paling puncak dalam pola karier ASN di Daerah,” Urai Andri.

“Jika melihat fungsi serta peran Sekda Karawang yang sekarang, saya anggap normal – normal saja, tidak ada gejala yang berpotensi Bupati bakal membuka open bidding jabatan Sekda. Malah yang saya perhatikan, fungsi Sekda berjalan dengan sangat baik dan lumayan dapat diandalkan oleh Bupati untuk memback up pekerjaan atau kegiatan yang tidak dapat tercover oleh Bupati,” Terangnya.

“Tapi, ya sah – sah saja orang beropini apa pun, selama tidak ada pihak yang dirugikan. Toh pak Sekdanya juga enjoy – enjoy saja menyikapi opini murahan tersebut. Begitu pun dengan Bupati, malah keduanya semakin terlihat kompak dalam berbagai macam momentum kegiatan,” Ungkap Andri.

“Lagi pula yang saya tahu, Bupati Karawang itu bukan tipe pemimpin yang mudah dipengaruhi oleh opini. dr Cellica model pemimpin yang memiliki prinsip kuat. Hanya saja yang sangat disayangkan, munculnya nama – nama pejabat lain,” Sesalnya.

“Padahal saya pun tahu betul tipologi pejabat, khususnya pejabat eselon II Karawang. Nama – nama pejabat seperti Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) atau pejabat lainnya, bukan tipe pejabat yang ambisi, apa lagi ambisius,” Tandas Andri.

Ditambahkannya, “Bicara layak tidak layak, Kepala BKPSDM memang salah satu pejabat eselon II yang berkategori cerdas. Tapi melihat aspek golongan atau ke pangkatan harus lebih senior dari beliau, karena jabatan Sekda adalah jabatan ASN tertinggi di Kabupaten, tidak hanya yang memenuhi syarat formal, tapi harus melihat golongan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para Assisten Daerah (Asda),”

“Ada lagi yang lebih layak dari aspek golongan atau kepangkatan, yaitu kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), mereka masih mempunyai jenjang karir yang cukup panjang dan track record yang cukup,” Ungkapnya.

“Apa lagi Karawang sudah mendapat penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengenai Merit System. Dengan begitu, Pemkab harus konsisten dalam penempatan pada jabatan tertentu tidak perlu lagi open bidding, tapi harus sudah punya pemetaan Potensi ASN melalui management talenta. Pertanyaannya Pemkab sudah punya belum? Merit System salah satu upaya dalam penguatan birokrat pada sektor penempatan jabatan melalui management talenta,” Ujar Andri.

“Jadi, sekali lagi perlu saya tegaskan! Isu pergantian Sekda Karawang merupakan opini murahan. Patut dicurigai untuk mempengaruhi Bupati, membenturkan Sekda dengan pejabat eselon II yang digadang – gadang dan bertujuan untuk membuat tidak kondusif jalannya Pemerintahan? Namun saya apresiasi kepada Bupati, Sekda dan pejabat eselon II lainnya yang diopinikan, tidak terpancing dengan opini kacangan tersebut,” Pungkasnya.( Nung )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Team Media Konsultasi Kepada Ketua Peradi, Terkait Dugaan Arogansi Oknum Dewan

  Kebumen || buserindonews - Merasa diperlakukan tidak pada tempatnya, Team media mendatangi Ketua PERADI Kebumen Dr,H Teguh Purnomo SH, M.Hum,MKn di Gedung Putih Kebumen....

Kapolda Berrsama Kasdam ll Sriwijaya Dampingi Gubernur Kunjungan Kerja di Kabupaten OKI

  Kayu Agung (OKI) Sumsel || buserindonews - Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto,MH Bersama Kepala Staf Kodam (Kasdam) II/Sriwijaya Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko, S.E.,...

Mutasi Pejabat di Lingkungan Polres Banjar, Kapolres Pimpin Upacara Sertijab

  Polres Banjar || buserindonews - Sebanyak 6 Perwira Polres Banjar mendapat promosi jabatan dalam ucapara serah terima jabatan (jabatan) yang dipimpin langsung oleh Kapolres...

Kejari Kabupaten Bekasi Selidiki Dugaan KKN Di  Dinas Perdagangan

Buserindonews.com Kabupaten Bekasi - Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi agar transparan atas informasi atau laporan LAMI terkait surat Nomor: 048/B/Informasi/LAMI/V/2021...

Recent Comments