Magelang || buserindonews.com – Palang Merah Indonesia ( PMI) Kota Magelang di saat pendemi Covid 19 terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Berdasar Konvensi Jenewa 1945, maka tugas palang merah adalah untuk memberikan bantuan pertama pada korbn bencana alam.
Seperti yang di sampaikan oleh Ketua Palang Merah Indonesia ( PMI) Kota Magelang Sumartono S.E.M.M yang bermarkas di jl Pahlawan no.84 Potrobangsan,Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang Jawa Tengah
“Menurut Sumartono bantuan korban bencana apapun harus di berikan secara langsung oleh PMI tanpa perantara.Hal ini berlaku pula apabila dalam pemberian ini PMI bekerja sama dengan pihak lain.
Bantuan PMzi tersebut baik berupa jasa maupun Natura harus dapat langsung di rasakan atau di nikmati oleh para korban
Adapun yang harus di perhatikan adalah panca tepat.Tepat lokasi,Tepat Kwantitas,Tepat Sasaran Tepat Waktu dan Tepat Kwalitas Jenis dan mutu
Beliau juga mengatakan bantuan PMI di berikan pada tahap darurat paling lama berlangsung empat
belas hari.Selain itu petugas PMI juga beridentitas palang merah,hal tersebut untuk memudahkan pengenalan, pengendalian, pengawasan, untuk memelihara citra PMI.
“Maka setiap petugas penanggulangan korban bencana di haruskan memakai tanda lambang palang merah,hal tersebut juga di lakukan pada tempat ,sarana dan fasilitas yang di gunakan oleh PMI di lapangan.tegas Sumartono
Seperti yang terjadi Palang Merah Indonesia Kota Magelang mendapat laporan dari keluarga pasien bernama Sugeng usia 53 tahun alamat Kebonpolo RT 02/10 Wates Kecamatan Magelang Utara meminta jemput oleh mobil palang merah guna di antar ke rumah sakit karena pasien tidak bisa berjalan karena sakit
“Sementara Heny Astuti petugas PMI ketika lagi menjemput pasien di kebonpolo ketika di mintai keterangan oleh awak media mengatakan kebanggan menjadi relawan PMI agar sisa hidup ini bisa bermanfaat bagi orang lain
Joko winarno selaku drever PMI Kota Magelang juga berpendapat yang sama hidup ini harus bermanfaat bagi orang lain,sebagai bekal tabungan di akhirat walaupun resiko dan tanggung jawab sangat berat tapi hati sudah terpatri untuk mengabdi dengan sebagai relawan dengan ikhlas
“Ketika mendapat informasi dari masyarakat dengan hitungan menit petugas besrta mobil palang merah langsung menuju alamat pasien petugas yang hadir yaitu Joko Winarno ( Driver) dan Heni Astuti dengan Mobil Ambulan (AA.8620 A)
Tegas joko(Asep saepudin/sumarno)















